Perusahaan penyedia kendaraan operasional Makan Bergizi Gratis (MBG), EMMO, bersiap meluncurkan empat produk motor listrik baru di pasar Indonesia.
Langkah ekspansi ini tetap berjalan meskipun pabrikan belum memiliki jaringan diler yang beroperasi resmi.
>>> Persija Jakarta Tunjuk Shin Tae-yong Sebagai Pelatih Baru
Saat ini, EMMO telah memiliki dua model motor listrik di Indonesia, yaitu JVH Max dan JVX GT.
Kedua model tersebut digunakan sebagai armada operasional program MBG dengan kisaran harga Rp 40 juta hingga Rp 50 jutaan on the road Jakarta.
Model yang sudah ada tersebut belum dijual secara massal kepada masyarakat luas.
EMMO justru memilih menambah varian produk baru yang meliputi tipe Volt Bike, Folding Pro, JVH Lite, dan JVX Trail.
Informasi spesifikasi mendetail mengenai keempat produk baru tersebut belum diungkap oleh pihak EMMO.
Halaman resmi perusahaan saat ini hanya menampilkan status segera hadir untuk produk-produk yang diproyeksikan mengisi segmen lipat, urban, hingga petualang.
Konsumen yang melakukan pembelian unit motor listrik baru ini nantinya kemungkinan besar akan mendapatkan fasilitas garansi kendaraan selama dua tahun.
>>> Investor Asing Lepas Saham BBCA Rp2,32 T, IHSG Merosot
Selain garansi unit, pabrikan juga bakal memberikan garansi untuk komponen baterai selama tiga tahun.
Demi mendukung penjualan, EMMO berencana membuka 12 jaringan diler motor listrik dalam waktu dekat yang tersebar di wilayah Papua dan Pulau Jawa.
Enam titik fasilitas di Papua akan ditempatkan di Mimika, Wamena, Sorong, Manokwari, Merauke, dan Jayapura.
Enam jaringan diler lainnya akan dipusatkan di Pulau Jawa, meliputi wilayah Jakarta, Tangerang, Bogor, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Seluruh calon fasilitas diler tersebut saat ini masih berstatus segera hadir, kecuali untuk cabang yang berada di Bogor.
Pihak produsen belum merilis tanggal pasti mengenai waktu operasional resmi dari fasilitas-fasilitas tersebut.
>>> KPK Sita Aset Valas dan Mobil Mewah dari Rumah Silmy Karim
Pembangunan fisik fasilitas diler di Jakarta Barat terpantau belum sepenuhnya rampung.