PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat realisasi penyerapan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2025 telah mencapai Rp 744,46 miliar hingga awal Juni 2026.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai proyek pengadaan sarana KRL Jabodetabek.
>>> Persija Jakarta Resmi Kontrak Shin Tae-yong Tiga Musim
Alokasi modal negara untuk pengadaan sarana KRL Jabodetabek ditetapkan sebesar Rp 1,8 triliun sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2025.
Pemerintah mencairkan dana tersebut kepada KAI pada 31 Desember 2025, lalu disetorkan seluruhnya sebagai tambahan modal ke PT KCI pada 20 Mei 2026 demi memperkuat ekuitas pembiayaan belanja modal.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin memaparkan bahwa suntikan modal ini sangat krusial bagi kebutuhan investasi.
Dana tersebut digunakan baik untuk pengadaan armada KRL baru maupun program peremajaan atau retrofit kereta yang sedang berjalan.
"Dana PMN TA 2025 yang akan digunakan sebagai tambahan setoran modal kepada PT KCI untuk membantu memenuhi kebutuhan porsi ekuitas atas pembiayaan capex terkait pengadaan sarana KRL baru dan retrofit," kata Bobby Rasyidin.
Penyaluran sisa saldo dana PMN sebesar Rp 1,05 triliun dari total Rp 1,8 triliun dipastikan akan terus dilakukan secara bertahap.
>>> Salmi Sufraini Kembangkan Bisnis Kuliner Cangcomak Bersama Rumah BUMN BRI
Proses ini bakal disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan proyek pengadaan di lapangan.
"Pada tanggal 2 Juni 2026, setoran modal telah digunakan sebesar Rp 744,46 miliar," ujar Bobby Rasyidin.
Sebelumnya pada Tahun Anggaran 2024, KAI juga menerima anggaran sebesar Rp 2 triliun berdasarkan PP Nomor 52 Tahun 2024 yang cair pada 2 Januari 2025 dan diteruskan ke KCI pada 25 Maret 2025.
Dana itu telah terserap 100 persen per 31 Juli 2025 untuk pelunasan pinjaman jembatan serta pembayaran investasi sarana KRL yang jatuh tempo.
Secara keseluruhan, struktur proyek pengadaan sarana KRL Jabodetabek oleh PT KCI ini mengandalkan total nilai investasi jumbo mencapai Rp 9,18 triliun.
Porsi terbesar bersumber dari dukungan pemerintah melalui rangkaian PMN via KAI sebesar Rp 5,3 triliun atau setara 58 persen.
>>> Mitos Menutup Aplikasi Latar Belakang, Justru Bikin Baterai HP Boros
Sisa kebutuhan dana proyek dipenuhi melalui kredit sindikasi perbankan sebesar Rp 3,69 triliun atau 40 persen dan kas internal PT KCI senilai Rp 190 miliar atau 2 persen.