Pemerintah Indonesia tengah menerapkan strategi diversifikasi pasar untuk meningkatkan kualitas sektor pariwisata nasional.
Langkah ini difokuskan pada pengembangan sektor wisata kebugaran guna menarik minat pelancong mancanegara yang memiliki potensi.
Sektor wisata kebugaran dipilih karena mampu menarik wisatawan berkualitas yang cenderung menghabiskan waktu liburan lebih lama dan melakukan pengeluaran finansial lebih besar.
Wisatawan modern tidak hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman yang bermanfaat bagi kesehatan fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual.
Wisata berbasis kesehatan ini merupakan salah satu lini bisnis pelayanan perjalanan dengan pertumbuhan paling pesat di dunia.
Nilai ekonomi sektor ini di pasar global telah mencapai 6,8 triliun dolar AS dan diproyeksikan melonjak hingga 9,8 triliun dolar AS pada tahun 2029.
Potensi besar industri kebugaran ini membuka peluang ekonomi baru bagi sektor pelayanan perjalanan internasional.
Pertumbuhan sektor ini juga dipicu oleh pergeseran perilaku masyarakat global pascapandemi COVID-19 yang kini lebih mencari pengalaman berlibur yang mendukung gaya hidup sehat.
Tren positif ini diperkuat oleh meningkatnya minat perjalanan yang berfokus pada pemulihan diri atau healing, terutama di kalangan generasi muda.
Indonesia memiliki modal kuat berkat reputasi produk dan layanan kesehatannya yang diakui secara global, serta dikenal sebagai sentra beragam praktik tradisi kebugaran dunia.