PT Waskita Karya (Persero) Tbk tengah mempercepat penyelesaian lima proyek Sekolah Rakyat (SR) di Sulawesi Selatan. Proyek-proyek ini ditargetkan rampung dan siap beroperasi pada Juli mendatang.
Percepatan pembangunan difokuskan di wilayah Kabupaten Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng, dan Barru. Hingga saat ini, realisasi kumulatif pembangunan fasilitas pendidikan tersebut dilaporkan telah mencapai 81,61 persen.
>>> Pemerintah Kembangkan Wisata Kebugaran untuk Diversifikasi Pasar Pariwisata
Selain di Sulawesi Selatan, Waskita Karya juga mendapat kepercayaan untuk mengerjakan proyek serupa di Jawa Timur, Sumatra Selatan, dan Aceh.
Prioritas Kualitas dan Dedikasi Pekerja
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan tetap memprioritaskan standar ketahanan bangunan.
Kualitas material dan struktur bangunan menjadi fokus utama agar sekolah dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Untuk mengejar target operasional, tim lapangan menerapkan sistem kerja bergantian antara siang dan malam. Dedikasi tinggi dan kerja keras ribuan pekerja menjadi ujung tombak keberhasilan proyek ini.
>>> Said Iqbal Gabung Pemerintahan, Perjuangkan Nasib Buruh dari Dalam
Secara keseluruhan, proyek infrastruktur pendidikan ini telah menyerap 11.272 tenaga kerja di empat provinsi.
Rinciannya, Sulawesi Selatan melibatkan 3.498 pekerja, Jawa Timur hampir 4.000 pekerja, Sumatra Selatan 2.291 pekerja, dan Aceh sebanyak 1.571 pekerja.
Penyerapan tenaga kerja lokal dalam jumlah besar dilakukan untuk memberikan dampak positif langsung pada perekonomian masyarakat sekitar lokasi proyek.
>>> Pegadaian Raih Laba Bersih Rp 8,3 Triliun pada 2025
Waskita Karya memandang pengerjaan gedung SR bukan sekadar menyelesaikan tugas, melainkan upaya membangun masa depan bangsa dan investasi jangka panjang untuk anak-anak Indonesia.
