⌂ Beranda News Dedi Mulyadi Mitigasi Krisis Sampah dan Dampak El Nino di Jabar

Dedi Mulyadi Mitigasi Krisis Sampah dan Dampak El Nino di Jabar

Dedi Mulyadi Mitigasi Krisis Sampah dan Dampak El Nino di Jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin rapat koordinasi untuk mitigasi krisis sampah dan dampak El Nino
A A Ukuran Teks16px

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumpulkan para bupati, wali kota, dan komandan kodim se-Jawa Barat untuk memitigasi ancaman penumpukan sampah serta dampak El Nino ekstrem.

Langkah antisipasi ini dibahas dalam rapat koordinasi di Markas Besar TNI Angkatan Darat pada Kamis (4/6).

>>> Ekonom: Danantara Sebaiknya Fokus Pengawasan, Bukan Eksportir Tunggal SDA

Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti dilaporkan hanya mampu menampung pembuangan sampah maksimal selama enam bulan ke depan.

Fenomena cuaca El Nino Godzilla diprediksi memperpanjang durasi musim kemarau di wilayah Jawa Barat pada tahun ini.

"Kita harus antisipasi dampak kemarau panjang ini, kekeringan bahkan kebakaran. Informasi dari BMKG, puncak kemarau di Jabar akan terjadi Agustus dan September.

Saya meminta masukan dan informasi dari bupati walikota, memetakan penanganan masalah," ujar Dedi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong percepatan penanganan dampak kekeringan di area rawan dengan mengoordinasikan bantuan air bersih dan pembangunan infrastruktur desa.

Dedi menginstruksikan pendataan wilayah yang rutin mengalami krisis air guna menjaga pasokan harian serta sektor pertanian tetap terpenuhi.

"Siapkan mobilisasi air dari sumber air menggunakan mobil tangki. Ini perlu dukungan dan kerjasama dengan TNI dan pengusaha air kemasan.

Percepat pembangunan jaringan air bersih dan siapkan toren penampung air di setiap desa langganan kekeringan, harus sudah dimulai agar tidak ada rebutan air," tambah Dedi.

Selain penanganan kekeringan, koordinasi dilakukan bersama jajaran TNI untuk mengimplementasikan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar sebagai solusi atas penuhnya TPA Sarimukti.

Wilayah Bandung Raya, Cirebon Raya, Bogor Raya, dan Tasikmalaya didorong untuk menerapkan pengurangan sampah dari rumah tangga dan teknologi konversi energi.

"Kota dan Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat terancam tidak dapat membuang sampah ke Sarimukti yang bakal penuh 6 bulan kedepan.

Sehingga perlu berbagai upaya pengurangan pembuangan sampah dan pengurangan sampah eksisting yang menumpuk di TPA. Salah satunya melalui teknologi yang dipakai TNI," ungkap Dedi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru