⌂ Beranda News Buku 'Laku Spiritual Pak Harto' Ungkap Cara Rekrutmen Presiden Kedua RI

Buku 'Laku Spiritual Pak Harto' Ungkap Cara Rekrutmen Presiden Kedua RI

Buku 'Laku Spiritual Pak Harto' Ungkap Cara Rekrutmen Presiden Kedua RI
Presiden Soeharto
A A Ukuran Teks16px

Buku berjudul 'Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen' telah diluncurkan di Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) Jakarta Pusat pada Senin (8/6/2026).

Karya ini mengupas kehidupan Presiden ke-2 RI Soeharto, termasuk cara ia memilih para pembantunya di pemerintahan.

>>> Adam Alis Bersaing dengan Ronaldo dalam Nominasi Momen Magis ACL Two

Penulis B. Wiwoho menyusun buku ini berdasarkan pengalamannya sebagai wartawan Istana Negara sejak 1972.

Ia juga melakukan riset mendalam dengan mengunjungi tempat-tempat yang sering dikunjungi Soeharto untuk mengumpulkan data akurat.

"Perilaku Pak Harto dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di antaranya yang mempengaruhi bagaimana Pak Harto merekrut para pembantunya, itu saya gambarkan singkat di sini," ujar B.

Wiwoho.

Buku ini diklaim menyajikan perspektif berbeda mengenai sisi spiritual Soeharto, berbeda dari anggapan mistis yang umum beredar di masyarakat.

>>> Toyota Kembangkan Transmisi Manual Virtual untuk Mobil Listrik

"Isinya mungkin agak berbeda dengan pandangan umum masyarakat tentang mistis ya. Kalau mistis itu gambarannya selama ini kita kenal ada makhluk gaib, segala macam gitu ya.

Tapi kalau di gambaran ini, nanti akan ketemu hal-hal lain," jelas B. Wiwoho.

Aspek kebudayaan Jawa juga dihadirkan melalui analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dikombinasikan dengan konsep tradisional, yang disebut penulis sebagai Primbon Jawa.

Perwakilan penerbit Kompas, Tri Agung Kristanto, menambahkan bahwa buku ini memberikan kejelasan mengenai keyakinan Kejawen Soeharto yang berakar dari budaya, bukan menduakan Tuhan.

>>> Dedi Mulyadi Mitigasi Krisis Sampah dan Dampak El Nino di Jabar

Penerbit menekankan bahwa tindakan Soeharto merupakan bentuk pelestarian kearifan lokal yang umum dilakukan para pemimpin bangsa terdahulu.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru