⌂ Beranda News Toyota Kembangkan Transmisi Manual Virtual untuk Mobil Listrik

Toyota Kembangkan Transmisi Manual Virtual untuk Mobil Listrik

Toyota Kembangkan Transmisi Manual Virtual untuk Mobil Listrik
Ilustrasi mobil listrik Toyota dengan transmisi manual virtual
A A Ukuran Teks16px

Toyota dilaporkan tengah melanjutkan riset teknologi transmisi manual yang dikhususkan untuk kendaraan listrik. Inovasi ini bertujuan memberikan sensasi berkendara yang lebih emosional, menyerupai mobil bermesin pembakaran internal konvensional.

Dikutip dari Otomotif, dokumen paten terbaru menunjukkan bahwa raksasa otomotif tersebut mengintegrasikan pedal kopling dan tuas persneling pola H pada mobil listrik.

>>> Dedi Mulyadi Mitigasi Krisis Sampah dan Dampak El Nino di Jabar

Komponen ini berfungsi aktif untuk mereplikasi pengalaman berkendara mekanis.

Sistem canggih ini mampu mensimulasikan karakteristik nyata dari mobil manual, termasuk efek mesin mati atau stall.

Kondisi tersebut dipicu komputer ketika pengemudi melakukan perpindahan gigi yang tidak selaras dengan kecepatan.

Mekanisme kerja teknologi ini bertumpu pada kalkulasi putaran mesin virtual. Komputer akan membandingkan rasio gigi simulasi dengan kecepatan riil kendaraan sebelum mengambil tindakan pada motor penggerak.

Jika terjadi ketidaksesuaian, sistem bakal memutus torsi motor listrik dan mengaktifkan pengereman. Proses tersebut memunculkan efek kehilangan tenaga yang serupa dengan kesalahan pengoperasian kopling pada mobil konvensional.

Dokumen paten itu juga mendeskripsikan replikasi gejala tersendat saat mobil berjalan dengan gigi terlalu tinggi pada kecepatan rendah.

Mobil bahkan bisa bergerak mundur di area tanjakan apabila pengemudi tidak mengoperasikan kopling secara tepat.

Proyek eksperimental ini sebenarnya bukan hal baru bagi pabrikan asal Jepang tersebut. Toyota sebelumnya telah menyematkan purwarupa teknologi sejenis pada unit Lexus UX300e sejak tahun 2022.

Pada uji coba terdahulu, kendaraan juga dilengkapi dengan sistem suara mesin sintetis.

>>> Ekonom: Danantara Sebaiknya Fokus Pengawasan, Bukan Eksportir Tunggal SDA

Fitur audio buatan ini dapat disesuaikan oleh pengguna demi memperkuat atmosfer berkendara layaknya mobil berbahan bakar bensin.

Kendati demikian, implementasi fitur ini pada lini produksi massal masih terganjal sejumlah regulasi. Hambatan utama berkaitan erat dengan klasifikasi jenis kendaraan dan standardisasi izin mengemudi di beberapa negara.

Asisten Kepala Insinyur Lexus Yasuyuki Terada pernah mengungkapkan bahwa wilayah seperti Jepang memberlakukan lisensi khusus untuk pengemudi mobil manual.

Sistem elektrik yang bisa dinonaktifkan ini berpotensi membingungkan penentuan kategori surat izin mengemudi.

Integrasi Fitur Keselamatan Elektronik

Guna mengantisipasi kendala operasional, Toyota menyertakan sejumlah fitur keselamatan elektronik dalam paten terbarunya. Sistem dirancang mampu mengidentifikasi tingkat kompetensi pengemudi secara otomatis.

Pengemudi pemula akan menerima intervensi bantuan elektronik yang lebih intensif, termasuk aktivasi fitur hill hold assist.

Sebaliknya, pengendara berpengalaman hanya akan mendapat bantuan komputer pada situasi tertentu yang dinilai krusial.

Perusahaan bahkan mempertimbangkan penyematan mode launch control pada sistem transmisi virtual ini. Fitur tersebut memungkinkan simulasi pelepasan kopling secara agresif untuk menghasilkan akselerasi awal yang lebih optimal.

Langkah riset ini menegaskan komitmen Toyota dalam mempertahankan keterlibatan aktif pengemudi yang menjadi daya tarik utama mobil performa.

>>> Persija Jakarta Resmi Kontrak Shin Tae-yong Tiga Tahun

Hingga kini, perusahaan belum merilis jadwal resmi peluncuran massal teknologi tersebut untuk pasar komersial.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru