Sebanyak 48 pelajar Indonesia telah kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan program pertukaran Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) 2025-2026.
Program yang berlangsung selama sepuluh bulan di Amerika Serikat ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
>>> Buku 'Laku Spiritual Pak Harto' Ungkap Cara Rekrutmen Presiden Kedua RI
Selama di Amerika Serikat, para pelajar menjalani kehidupan bersama keluarga angkat dan menempuh pendidikan di sekolah menengah setempat.
Hal ini memungkinkan mereka untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat Amerika dan memahami budaya mereka.
Peter Haymond, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, menyatakan bahwa program ini fokus pada pembangunan hubungan antarmasyarakat sejak usia muda.
Ia menambahkan bahwa para siswa tidak hanya belajar tentang Amerika, tetapi juga menjadi duta budaya Indonesia di sana.
"Ketika mereka berada di Amerika, mereka membantu masyarakat setempat mengenal Indonesia, tradisi, dan budayanya.
>>> Adam Alis Bersaing dengan Ronaldo dalam Nominasi Momen Magis ACL Two
Saat kembali ke Indonesia, mereka membawa pengalaman baru dan menjadi sumber informasi bagi lingkungan mereka tentang Amerika," ujar Haymond saat acara penyambutan di Jakarta Pusat.
Haymond juga berharap para peserta dapat menjaga hubungan baik dengan keluarga angkat dan teman-teman yang mereka temui selama di Amerika, karena hubungan tersebut sering kali bertahan lama.
Program YES telah berjalan selama 23 tahun dan telah melibatkan hampir 2.000 alumni dari berbagai daerah di Indonesia.
Asmir Agoes, Ketua Dewan Yayasan Bina Antarbudaya, menjelaskan bahwa program ini bertujuan membangun para siswa sebagai pemimpin masa depan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
>>> Toyota Kembangkan Transmisi Manual Virtual untuk Mobil Listrik
Para alumni program YES nantinya akan didorong untuk melakukan kontribusi nyata melalui berbagai aksi sosial, pengabdian masyarakat, dan pendidikan di daerah asal masing-masing.
