⌂ Beranda News Saham BBCA Anjlok ke Rp 4.800, Analis Sebut Valuasi Menarik

Saham BBCA Anjlok ke Rp 4.800, Analis Sebut Valuasi Menarik

Saham BBCA Anjlok ke Rp 4.800, Analis Sebut Valuasi Menarik
Grafik menunjukkan penurunan tajam saham BBCA
A A Ukuran Teks16px

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level Rp 4.800 pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026.

Saham emiten bank swasta terbesar di Indonesia ini dibuka pada posisi 5.075 dan menjelang penutupan pasar berada di Rp 4.870 per saham.

>>> Polres Bogor Periksa 57 Pemburu Babi Terkait Kematian Bocah Jasinga

Pelemahan saham BBCA tercatat sebesar 205 poin atau 4,04 persen.

Aktivitas perdagangan saham ini sangat tinggi dengan volume transaksi mencapai 612,4 juta saham dan nilai transaksi sekitar Rp 3 triliun.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 106.567 kali.

Tingginya angka transaksi ini menunjukkan BBCA tetap menjadi salah satu saham yang paling aktif diperdagangkan oleh investor institusi maupun ritel.

Data antrean bid dan offer mengindikasikan tekanan jual yang masih kuat.

Antrean beli (bid) di harga Rp 4.870 mencapai 8.047 lot, sementara antrean jual (offer) di harga Rp 4.880 menyentuh 35.190 lot.

Dominasi antrean jual yang lebih besar menandakan banyak pelaku pasar memilih untuk melepas kepemilikan saham mereka.

>>> Prabowo Lantik Nanik Sudaryati Deyang Jadi Kepala Badan Gizi Nasional

Situasi ini mencerminkan sentimen pasar terhadap sektor perbankan yang cenderung negatif dalam jangka pendek, sehingga pergerakan harga berpotensi tetap fluktuatif.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menyatakan bahwa koreksi harga saham BBCA lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar dan tekanan arus modal eksternal, bukan karena perubahan fundamental perusahaan.

Elandry menilai tingkat harga saat ini mulai memberikan daya tarik bagi investor yang berorientasi pada jangka panjang.

Area Rp 4.800 dianggap telah memasuki zona akumulasi bertahap karena valuasi saham yang menjadi lebih murah dibandingkan periode sebelumnya.

Namun, Elandry mengingatkan bahwa pergerakan saham BBCA untuk jangka pendek masih berisiko bergerak mendatar dengan tingkat volatilitas yang tinggi.

Potensi penguatan saham diperkirakan masih terbatas selama aliran dana asing belum kembali stabil ke dalam pasar domestik.

Koreksi harga saham BBCA ini terjadi bersamaan dengan pelemahan yang melanda sejumlah saham bank besar lainnya.

>>> Optimalkan Performa Mobil Hybrid dengan Perawatan Baterai Rutin

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merosot 4,74 persen ke level 2.610, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 5,30 persen ke level 3.040, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 3,12 persen ke posisi 3.720.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru