⌂ Beranda News Saham Telkom Anjlok 14,86 Persen, Sentuh Batas ARB

Saham Telkom Anjlok 14,86 Persen, Sentuh Batas ARB

Saham Telkom Anjlok 14,86 Persen, Sentuh Batas ARB
Grafik saham Telkom yang anjlok menyentuh batas auto reject bawah
A A Ukuran Teks16px

Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengalami tekanan jual besar hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) pada penutupan perdagangan Senin (8/6/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TLKM terperosok ke level Rp2.350 per saham.

>>> Polres Rokan Hilir Edukasi Ribuan Pelajar tentang Bahaya Narkoba

Angka itu turun 410 poin atau melemah 14,86 persen dari harga penutupan sebelumnya di Rp2.760.

Saat pembukaan, TLKM sempat berada di Rp2.620 dan merangkak naik ke posisi tertinggi Rp2.650.

Namun, aksi jual masif membuat saham emiten telekomunikasi pelat merah ini tidak mampu keluar dari tekanan sepanjang sesi.

Penurunan tajam TLKM sejalan dengan ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 4,53 persen atau kehilangan 252,628 poin ke level 5.342,137.

Pasar modal domestik terpukul oleh arus modal keluar yang deras dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS hingga Rp18.187.

Sentimen Makro dan RUPS Jadi Pemicu

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai sentimen makro ekonomi yang kurang kondusif menjadi pemicu utama kemerosotan harga saham TLKM.

“Sahamnya turun karena berkaitan dengan sentimen makro, misalnya pelemahan nilai tukar rupiah di atas Rp18.000. Bahkan IHSG mengalami capital outflow,” ujar Nafan.

>>> Gempa Magnitudo 7,8 Guncang Filipina Selatan, 32 Tewas

Selain faktor makro, pergerakan investor juga dipengaruhi oleh sikap waspada menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku 2025 yang digelar pada hari yang sama.

Pelaku pasar cenderung menahan diri menunggu keputusan krusial perseroan.

“Ada kecenderungan market untuk bersikap prudent atau mengamankan posisi selagi menunggu ketetapan resmi mengenai porsi kepastian dividen. Dividen ini menarik, kemudian juga berkaitan dengan perombakan pengurus,” papar Nafan.

Emiten berkode TLKM telah mengagendakan aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (buyback) dengan alokasi dana maksimal Rp4 triliun.

Program stabilisasi harga ini baru bisa berjalan setelah mendapat izin pemegang saham dalam RUPS.

“Kalau sudah direstui, rencananya akan dieksekusi mulai besok, 9 Juni 2026, hingga Juni 2027,” pungkas Nafan.

Belum dimulainya realisasi buyback pada hari perdagangan ini membuat harga saham TLKM sepenuhnya bergerak mengikuti dinamika permintaan dan penawaran di bursa.

>>> Cremonese Resmi Lepas Emil Audero, Kiper Timnas Indonesia Kembali ke Como

Penyerahan pergerakan pada mekanisme pasar di tengah tren pelepasan aset membuat koreksi harga tidak terhindarkan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru