⌂ Beranda News Bambang Soesatyo Dorong Peningkatan Kerja Sama Migas Indonesia-Rusia

Bambang Soesatyo Dorong Peningkatan Kerja Sama Migas Indonesia-Rusia

Bambang Soesatyo Dorong Peningkatan Kerja Sama Migas Indonesia-Rusia
Bambang Soesatyo saat menerima Ketua Business Council Russia-Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Anggota DPR RI Bambang Soesatyo mendorong peningkatan kerja sama di sektor minyak dan gas bumi (migas) antara Indonesia dan Rusia.

Menurutnya, hubungan bilateral yang semakin erat menjadi momentum tepat untuk membangun kemitraan jangka panjang.

>>> Shin Tae-yong Resmi Latih Persija Jakarta dengan Kontrak Tiga Tahun

Kemitraan tersebut dapat mencakup berbagai bidang strategis.

Mulai dari pasokan minyak mentah, pengembangan kilang, pembangunan fasilitas penyimpanan energi, transfer teknologi, hingga investasi di sektor hulu dan hilir migas.

Langkah ini dinilai krusial karena kebutuhan energi dalam negeri terus meningkat seiring pertumbuhan industri dan ekonomi nasional.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Indonesia masih menghadapi defisit minyak yang cukup besar sehingga impor energi tetap menjadi kebutuhan strategis.

Di sisi lain, Rusia memiliki posisi tawar kuat sebagai salah satu produsen minyak dan gas terbesar dunia. Negara itu memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan energi.

Kemitraan Strategis Saling Menguntungkan

"Kerja sama migas Indonesia dan Rusia harus ditempatkan sebagai kemitraan strategis yang saling menguntungkan," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Ia menambahkan bahwa Indonesia membutuhkan investasi, teknologi, dan pasokan energi berkelanjutan, sementara Rusia memiliki pengalaman panjang sebagai produsen energi terbesar.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima Ketua Business Council Russia-Indonesia Mikhail Kuritsyn di Jakarta.

Bamsoet yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia menilai kolaborasi ini menjadi peluang besar untuk mempercepat modernisasi sektor energi nasional.

>>> Tips Merawat Motor Listrik dari Bengkel DyVolt EV Shop

Pemenuhan sebagian kebutuhan minyak dan LPG domestik selama ini masih bergantung pada impor.

Melalui kerja sama government-to-government maupun business-to-business, Indonesia dapat memperluas akses terhadap sumber energi yang lebih bervariasi sekaligus menekan risiko ketergantungan pada pasar tertentu.

Sebaliknya, Rusia juga memperoleh akses ke salah satu pasar energi terbesar di Asia Tenggara. "Diversifikasi sumber energi merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda," kata Bamsoet.

Ia menekankan bahwa ketika dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi, Indonesia harus memiliki banyak pilihan mitra strategis.

Rusia dapat menjadi salah satu pilar penting dalam strategi diversifikasi tersebut.

Kemitraan di sektor migas saat ini tidak lagi terbatas pada transaksi jual beli minyak mentah.

Negara-negara yang sukses membangun ketahanan energi umumnya mengembangkan kolaborasi yang mencakup investasi, teknologi, riset, pengembangan SDM, serta pembangunan infrastruktur pendukung.

Oleh karena itu, Indonesia perlu mendorong kerja sama yang lebih luas dengan perusahaan-perusahaan energi Rusia. Perusahaan tersebut memiliki pengalaman internasional dalam eksplorasi, produksi, pengolahan, dan distribusi energi.

"Indonesia harus mengambil manfaat sebesar-besarnya dari setiap kerja sama internasional.

>>> KLH Targetkan Penanaman 2 Miliar Pohon di Seluruh Indonesia

Yang kita kejar bukan sekadar pasokan energi, tetapi juga transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM nasional, serta investasi yang dapat memperkuat daya saing industri energi Indonesia dalam jangka panjang," pungkas Bamsoet.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru