⌂ Beranda News BGN Batasi Penerima Makan Bergizi Gratis dan Tunda Dapur Baru

BGN Batasi Penerima Makan Bergizi Gratis dan Tunda Dapur Baru

BGN Batasi Penerima Makan Bergizi Gratis dan Tunda Dapur Baru
Rapat Badan Gizi Nasional
A A Ukuran Teks16px

Presiden Prabowo Subianto melantik jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6/2026).

Lembaga ini bertugas mengoptimalkan efisiensi anggaran program pemenuhan gizi anak.

>>> 5 Data dan Fakta Kiprah John Herdman Bersama Timnas Indonesia

Kepala BGN dijabat oleh Nanik Sudaryati Deyang, didampingi dua wakil, yaitu Trenggono dan Agustina Arumsari.

Dalam pembagian tugas, Agustina Arumsari mengelola bidang keuangan, sementara Trenggono menangani titik dapur di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Nanik menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengambil keputusan pengeluaran tanpa persetujuan Arumsari. "Di sini saya ditemani Ibu Arumsari yang sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan.

Dengan teliti, dengan benar. Saya tidak akan mengambil keputusan apapun berkait pengeluaran duit bila Bu Sari tidak oke," ujarnya.

Pembagian kerja ini bertujuan melindungi jalannya organisasi, terutama dalam pembangunan wilayah yang belum terjangkau. Trenggono akan menggarap dapur-dapur di kawasan 3T dan area yang belum terbangun.

Langkah Efisiensi Anggaran

Efisiensi pengelolaan anggaran menjadi fokus utama BGN. Nanik menyatakan bahwa pihaknya berupaya tidak membebani anggaran negara tanpa mengubah target pemberian gizi.

>>> Kecelakaan Karambol MotoGP Hungaria Seret Lima Pebalap

Langkah taktis pertama adalah moratorium atau penundaan pembukaan titik dapur baru di seluruh wilayah. Saat ini, jumlah titik dapur operasional berdasarkan virtual account mencapai 27.877.

Kedua, BGN melakukan refocusing penerima manfaat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan menyasar sekolah dari kalangan ekonomi atas.

"Rasanya tidak perlu ya, kalau misalnya sekolah-sekolah kaya. Kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus.

Jadi kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi," jelas Nanik.

Upaya ketiga adalah standardisasi pengawasan untuk mengelompokkan kapasitas operasional setiap dapur. BGN akan mengecek kesesuaian dapur dengan petunjuk teknis (juknis) dan melakukan grading.

"Misalnya apakah dapur ini bisa 3.000 (penerima), 2.000 atau 1.000 saja itu nanti akan kita kelompok-kelompokkan," kata Nanik.

>>> Jeep Chery Terguling di Tol Bandara Soetta Akibat Gagal Menyalip

Pada tahun 2026, BGN tidak mengejar kuantitas, melainkan kualitas. Hal ini telah disampaikan kepada Presiden.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru