⌂ Beranda News Mengejutkan! Gurun Sahara Pernah Hijau dan Penuh Satwa Air

Mengejutkan! Gurun Sahara Pernah Hijau dan Penuh Satwa Air

Mengejutkan! Gurun Sahara Pernah Hijau dan Penuh Satwa Air
Ilustrasi: Mengejutkan! Gurun Sahara Pernah Hijau dan Penuh Satwa Air
A A Ukuran Teks16px

Gurun Sahara, yang dikenal sebagai hamparan pasir terbesar di dunia, ternyata pernah memiliki kondisi yang sangat berbeda.

Para ilmuwan menemukan bahwa wilayah ini mengalami siklus periodik di mana ia berubah menjadi padang rumput hijau yang subur.

>>> Luis Figo Sebut 3 Kandidat Ballon d'Or, Tanpa Lionel Messi

Fenomena yang disebut "Green Sahara" atau "Sahara Hijau" ini terjadi setiap sekitar 20.000 tahun.

Pada masa tersebut, sebagian besar Afrika Utara berubah menjadi lanskap yang didominasi padang rumput, sabana, lahan basah, dan danau yang luas.

Manusia juga bermukim di sekitar sumber air, sementara hewan seperti ikan, buaya, dan kuda nil hidup di kawasan yang kini menjadi salah satu tempat paling gersang di Bumi.

Perubahan Orbit Bumi Jadi Pemicu Utama

Penyebab utama perubahan drastis ini adalah pergeseran lambat pada orbit Bumi.

Sumbu rotasi Bumi mengalami gerakan seperti gasing yang berputar, dikenal sebagai presesi, dengan siklus sekitar 19.000 hingga 23.000 tahun.

Ketika posisi orbit berada pada fase yang mendukung, Belahan Bumi Utara menerima sinar Matahari musim panas yang lebih kuat.

Hal ini menyebabkan daratan Afrika Utara memanas lebih cepat dibanding Samudra Atlantik.

Pemanasan ini mendorong angin muson membawa lebih banyak uap air jauh ke pedalaman Sahara, meningkatkan curah hujan. Akibatnya, vegetasi tumbuh subur dan cekungan-cekungan terisi air hingga membentuk danau.

Kondisi hijau ini kemudian diperkuat oleh tumbuhan yang berkembang.

Permukaan hijau menyerap lebih banyak energi Matahari, tanah mampu menyimpan lebih banyak air, dan jumlah debu di atmosfer berkurang, sehingga hujan semakin mudah terbentuk.

Para peneliti menegaskan bahwa siklus 20.000 tahun bukanlah 'sakelar' otomatis. Perubahan orbit Bumi hanya menjadi pemicu awal.

>>> Christos Tzolis Tak Sangka Bisa Gabung Arsenal

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM