Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Irham Ali Saifuddin menyampaikan kekhawatiran atas surplus pejabat dalam Kabinet Merah Putih.
Kekhawatiran ini muncul setelah pelantikan Said Iqbal sebagai Penasihat Presiden pada Senin (8/6/2026).
>>> Tim Medis Pantau Cedera Reno Salampessy Jelang Semifinal Piala AFF U-19
Irham Ali Saifuddin menilai banyaknya posisi baru yang dibentuk di sekeliling presiden berpotensi menimbulkan redundansi atau penyimpangan fungsi.
Hal ini termasuk penambahan jumlah kementerian dan keberadaan wakil menteri yang lebih dari satu di beberapa instansi.
"Kami Konfederasi Sarbumusi juga ingin mengingatkan kepada pemerintah bahwa jabatan-jabatan yang ada di sekeliling presiden sudah sangat banyak sekali," kata Irham Ali Saifuddin kepada NU Online pada Senin (8/6/2026).
Ia juga menyoroti struktur penasihat khusus dalam bidang tertentu yang dinilai berpotensi tumpang tindih.
"Kami khawatir akan terjadi redundansi yang kemudian berdampak pada efektivitas pelaksanaan program-program presiden, termasuk program di bidang ketenagakerjaan," jelas Irham Ali Saifuddin.
>>> Mantan Dirjen Bea Cukai Ungkap Arahan Bina Pengusaha Importir
Meski demikian, Sarbumusi tetap mengapresiasi penunjukan Said Iqbal.
"Kalau boleh berhusnuzan, barangkali ini merupakan langkah Presiden Prabowo Subianto untuk dapat melihat persoalan buruh secara lebih dekat dalam perhatian keseharian," kata Irham Ali Saifuddin.
Ia menambahkan bahwa tantangan di sektor ketenagakerjaan saat ini sangat kompleks akibat situasi ekonomi global.
"Apa pun itu, masalah buruh bukanlah persoalan yang sederhana, apalagi di tengah situasi tekanan ekonomi yang sedemikian dahsyat seperti hari ini," tambah Irham Ali Saifuddin.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Said Iqbal sebagai Penasehat Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh di Istana Negara, Jakarta.
>>> Telkom Bagikan Dividen Tunai Rp21,9 Triliun dari Laba 2025
Bersamaan dengan itu, dilantik pula Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang beserta dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Trenggono.