⌂ Beranda News Dejan Lovren Klaim Hubungan Mohamed Salah dan Arne Slot Retak

Dejan Lovren Klaim Hubungan Mohamed Salah dan Arne Slot Retak

Dejan Lovren Klaim Hubungan Mohamed Salah dan Arne Slot Retak
Mohamed Salah dan Arne Slot dalam pertandingan Liverpool
A A Ukuran Teks16px

Mantan bek Liverpool Dejan Lovren mengklaim bahwa penyerang Mohamed Salah sebenarnya ingin bertahan di Anfield jika manajer Arne Slot dipecat lebih awal pada akhir musim 2025/2026.

Klaim tersebut muncul setelah Salah resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Liverpool selama sembilan musim.

>>> KPK Tangkap Bupati Muara Enim Edison dalam OTT Dugaan Suap

Hubungan sang penyerang dengan Slot dikabarkan merenggang akibat beberapa kali dicadangkan saat performanya menurun.

"Mohamed akan 100 persen bertahan jika Arne Slot dipecat lebih awal. Timing-nya tidak tepat," kata Lovren.

Lovren menilai bahwa komunikasi antara Salah dan Slot tidak harmonis selama musim terakhirnya membela The Reds.

"Mereka tidak memiliki hubungan yang baik," ujar Lovren.

Keretakan hubungan tersebut sebelumnya sempat terindikasi ketika Salah dicadangkan dalam pertandingan melawan Leeds United pada Desember lalu.

>>> Prabowo Lantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan

"Ya, tidak ada hubungan di antara kami. Sebelumnya hubungan kami sangat baik, lalu tiba-tiba tidak ada hubungan lagi," kata Salah.

Menjelang laga pamungkasnya melawan Brentford bulan lalu, pemain berusia 34 tahun itu kembali mengisyaratkan adanya permasalahan internal tim yang tidak diketahui publik.

"Musim lalu saya belum siap pergi. Tapi sekarang, dengan semua yang terjadi sepanjang musim ini, saya tidak ingin menjelaskan terlalu jauh.

Yang jelas, memang sudah waktunya," ujar Salah.

"Ada banyak hal di balik layar yang tidak diketahui orang-orang. Tapi saya sudah berdamai dengan semuanya," tambahnya.

>>> Danantara Kaji Pembelian 50 Pesawat Boeing untuk Garuda Indonesia

Selain itu, Salah juga sempat melontarkan keinginan agar Liverpool kembali menerapkan gaya bermain menyerang dengan intensitas tinggi yang agresif seperti pada era kepelatihan Juergen Klopp.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru