⌂ Beranda News BGN Evaluasi Penerima Program Makan Bergizi Gratis, Fokus pada yang Membutuhkan

BGN Evaluasi Penerima Program Makan Bergizi Gratis, Fokus pada yang Membutuhkan

BGN Evaluasi Penerima Program Makan Bergizi Gratis, Fokus pada yang Membutuhkan
Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis
A A Ukuran Teks16px

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang akan mengevaluasi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran.

Hal itu disampaikan usai pelantikan dirinya oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (8/6/2026).

>>> Apple Siap Gelar WWDC 2026: iOS 27 dan Siri AI Jadi Sorotan

Refocusing Penerima Manfaat

Nanik mengatakan pihaknya akan melakukan refocusing penerima manfaat. Menurutnya, sekolah dengan kategori kaya dinilai tidak memerlukan bantuan ini.

“Kami akan refocusing penerima manfaat. Refocusing ini maksudnya adalah apakah perlu, rasanya sih tidak perlu ya kalau misalnya sekolah-sekolah kaya (dapat MBG).

Kan ini pasti di rumah gizinya juga sudah lebih bagus,” ujar Nanik.

Pengalihan fokus sasaran program MBG akan diprioritaskan bagi anak-anak yang sangat memerlukan intervensi gizi.

Evaluasi menyeluruh akan dijalankan untuk memastikan ketepatan total penerima manfaat yang saat ini tercatat sebanyak 63 juta anak.

“Jadi kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi.

Nah, ini kita akan refocusing sehingga apakah 63 juta yang sekarang ada ini benar tuh 63 juta ini butuh, atau sebetulnya bisa dikurangi kemudian nanti kita tambah yang belum memperoleh,” terang Nanik.

>>> Kodam XX Temukan Asal Peluru Nyasar di Universitas Negeri Padang

Moratorium Pembukaan Dapur Baru

Selain penataan ulang sasaran penerima, BGN memberlakukan moratorium pembukaan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau titik dapur baru.

Penangguhan ini diterapkan pada operasional titik dapur yang telah terdata secara sistem.

“Moratorium ini bukan titik baru, tetapi juga dapur-dapur baru. Bila per hari ini totalnya 27.877.

Jadi, per hari ini jumlahnya titik dapur yang operasional berdasarkan virtual account itu 27.877. Nah, kita hentikan dulu ke situ.

Kita akan tata,” beber Nanik.

Prioritas Wilayah 3T

Langkah penataan selanjutnya diarahkan untuk memprioritaskan penyediaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

>>> Mikel Oyarzabal Tegaskan Timnas Spanyol Tetap Membumi di Piala Dunia 2026

Pendirian Dapur Umum di kawasan tersebut akan mengandalkan kerja sama Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN serta dana hibah agar tidak membebani APBN.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru