⌂ Beranda News Konflik Timur Tengah Mereda, Harga Minyak Mentah Tetap Bertahan di Level Tinggi

Konflik Timur Tengah Mereda, Harga Minyak Mentah Tetap Bertahan di Level Tinggi

Konflik Timur Tengah Mereda, Harga Minyak Mentah Tetap Bertahan di Level Tinggi
Grafik harga minyak mentah Brent dan WTI
A A Ukuran Teks16px

Harga minyak mentah dunia bertahan pada level tinggi pada Senin setelah konflik militer antara Iran dan Israel mulai mereda.

Minyak mentah Brent naik 1,41 persen ke angka 94,40 dolar AS per barel pada pukul 13.03 waktu setempat.

>>> Caviar Rilis iPhone 17 Pro Max dengan Kompartemen Jam Tangan Swiss

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 0,81 persen menjadi 91,27 dolar AS.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak lebih dari 5 persen setelah Iran meluncurkan rudal ke Israel sebagai respons atas operasi militer di Lebanon.

Serangan itu merupakan yang pertama sejak gencatan senjata April.

Pernyataan Iran dan Israel

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Teheran telah menghentikan serangan terhadap Israel. Namun, mereka memperingatkan akan melanjutkan permusuhan jika Israel terus menyerang Lebanon.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya telah menghentikan serangan untuk saat ini. Namun, ia menegaskan perjuangan melawan Iran dan Hizbullah belum berakhir.

Pasukan Pertahanan Israel menyatakan telah membalas serangan Iran dengan menyasar target militer di Iran barat dan tengah.

>>> Atasi Dental Anxiety, SATU Dental Luncurkan Kampanye #BeraniTampil

Ketua Parlemen Iran, MB Ghalibaf, menilai blokade angkatan laut AS dan serangan Israel di Lebanon sebagai pelanggaran gencatan senjata April.

Ia menyebut aset AS dan Israel di kawasan itu kini menjadi target yang sah.

Upaya Diplomatik dan Pasokan

Presiden AS Donald Trump menyebut Iran dan Israel tengah mengupayakan kesepakatan gencatan senjata. Proses negosiasi AS dengan Iran untuk mencapai kesepakatan akhir masih berlangsung.

Namun, seorang pejabat Iran mengatakan kesepakatan dengan Trump tidak lagi memungkinkan pada tahap ini.

Di sektor pasokan, OPEC+ menyepakati kenaikan target kuota produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari mulai Juli.

>>> Wasit Piala Dunia Asal Somalia Ditolak Masuk AS

Ini merupakan peningkatan kuota keempat sejak penutupan Selat Hormuz.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru