⌂ Beranda News Kisah Imas Raih Beasiswa LPDP Berbekal Semangat dan Pengalaman Organisasi

Kisah Imas Raih Beasiswa LPDP Berbekal Semangat dan Pengalaman Organisasi

Kisah Imas Raih Beasiswa LPDP Berbekal Semangat dan Pengalaman Organisasi
Ilustrasi mahasiswa meraih beasiswa LPDP
A A Ukuran Teks16px

Imas berhasil meraih beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi S2 Kesehatan Masyarakat di Universitas Airlangga. Perjalanannya penuh dengan kegigihan dan pengalaman organisasi.

Lahir dari keluarga sederhana dengan ayah lulusan SD dan ibu tamatan SMP, Imas tidak patah semangat. Ia bertekad mengejar pendidikan setinggi mungkin untuk mengubah masa depan.

>>> Pembeli Honda CR-V Bekas Generasi Kelima Wajib Periksa Komponen Utama

Pada 2018, Imas diterima di program S1 Kesehatan Masyarakat. Kuliahnya saat itu didukung penuh oleh Beasiswa Bidikmisi.

Selama kuliah, Imas aktif di berbagai organisasi intra kampus. Ia bergabung dengan organisasi kerohanian tingkat fakultas hingga universitas, serta lembaga keilmiahan.

Kiprahnya meluas ke luar kampus melalui komunitas sosial Jareeya. Komunitas ini fokus pada pengelolaan mushaf Al-Qur'an yang tidak layak pakai.

Imas juga meraih prestasi sebagai Juara 2 lomba poster nasional FULDFK Indonesia tahun 2020. Ia sering terlibat dalam proyek penelitian dosen dan program pengabdian masyarakat.

Pada 2021, ia terpilih dalam program Pejuang Muda di Sulawesi Tenggara.

>>> Vandalisme Lumpuhkan Lift JPO Tapal Kuda Lenteng Agung

Imas juga menjadi koordinator komunitas Gerakan Mengabdi dan Mengajar, menginisiasi program Robwah Social Expedition di Ponorogo, Tulungagung, dan Banyuwangi.

Menembus Beasiswa LPDP di Unair

Setelah lulus sarjana, Imas bekerja sebagai sekretaris program studi dan admin di Komite Koordinasi Pendidikan di RSUD Dr Soetomo.

Pengalaman kerja dan organisasi itu mengantarkannya meraih beasiswa LPDP.

Saat ini, Imas menempuh S2 Kesehatan Masyarakat di Universitas Airlangga. Ia memandang pencapaian ini sebagai amanah untuk masyarakat.

Imas berpesan agar mahasiswa memanfaatkan masa kuliah dengan maksimal. Belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga melalui organisasi, jejaring, soft skills, dan kontribusi nyata.

>>> DJP Blokir Rekening 36 Wajib Pajak Penunggak Rp17 Miliar

"Empat tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk membentuk diri. Jangan biarkan masa itu hanya diisi dengan kesenangan yang minim makna," ujarnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru