⌂ Beranda News BI Rate Tekan Biaya Dana Perusahaan Multifinance, OJK Catat Pertumbuhan Piutang

BI Rate Tekan Biaya Dana Perusahaan Multifinance, OJK Catat Pertumbuhan Piutang

BI Rate Tekan Biaya Dana Perusahaan Multifinance, OJK Catat Pertumbuhan Piutang
Ilustrasi suku bunga BI Rate dan industri multifinance
A A Ukuran Teks16px

Kebijakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi berdampak sistemik pada industri multifinance.

Kenaikan BI Rate memicu lonjakan biaya dana yang berpotensi memengaruhi strategi pendanaan, kualitas pembiayaan, hingga kapasitas pembayaran debitur.

>>> AHM Kecam Promosi Vulgar Hotel Melati di Mataram yang Viral di TikTok

Meski menghadapi tekanan biaya pendanaan, industri multifinance tetap mencatatkan performa positif.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 2,08 persen secara tahunan (yoy) pada April 2026.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Maret 2026 yang sebesar 0,61 persen yoy.

Total akumulasi piutang pembiayaan sektor ini mencapai Rp 514,65 triliun.

Pendorong utama pertumbuhan berasal dari pembiayaan modal kerja yang melonjak 10,64 persen secara tahunan.

Data OJK menunjukkan sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap modal terbesar dari industri multifinance per April 2026.

Aliran pembiayaan ke sektor distribusi barang mencapai Rp 90,69 triliun atau berkontribusi 16,67 persen dari total piutang industri.

Posisi berikutnya ditempati aktivitas penyewaan dengan nilai Rp 57,76 triliun atau sekitar 10,61 persen.

Sektor industri pengolahan berada di peringkat ketiga dengan serapan pembiayaan Rp 53,70 triliun atau setara 9,87 persen.

Peningkatan paling signifikan terjadi pada sektor rumah tangga yang melonjak 28,16 persen secara tahunan hingga April 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK Agusman menjelaskan tren ini dipicu oleh tingginya permintaan pembiayaan konsumtif dan multiguna masyarakat.

“Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh masih tingginya kebutuhan pembiayaan masyarakat untuk berbagai kebutuhan konsumsi dan pembiayaan multiguna,” kata Agusman dalam jawaban tertulis Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, dikutip pada Selasa (9/6/2026).

Tantangan Biaya Dana dan Pasar Obligasi

Tekanan utama industri ini bersumber dari kebijakan suku bunga, di mana kenaikan BI Rate memicu pembengkakan biaya dana.

Kondisi ini otomatis berkorelasi pada kenaikan beban cicilan konsumen karena ketergantungan multifinance terhadap modal eksternal yang sangat tinggi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru