Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan arah perubahan Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 baru akan terlihat jelas pada Juli mendatang.
Hal itu setelah agenda diskusi dan negosiasi bersama pelaku industri perbankan selesai dilakukan.
>>> Komunitas Mercedes-Benz W212 Club Indonesia Rayakan Satu Dekade Kiprah Otomotif
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan saat ini masih terlalu awal untuk menyimpulkan apakah penyesuaian target bakal naik atau turun.
"Yang kami harapkan ada peningkatan. Juni belum selesai.
Nanti kita akan lihat.
Setelah semua masuk dan negosiasi selesai, baru Juli akan terlihat apakah direvisi turun atau direvisi naik," ujar Dian, Minggu (21/6/2026).
Langkah setiap bank akan dipengaruhi oleh pandangan mereka terhadap proyeksi perekonomian ke depan.
Dian melihat beberapa indikator makro saat ini sudah mulai bergerak ke arah yang lebih positif dibandingkan beberapa bulan lalu.
Faktor penguat tersebut antara lain stabilitas nilai tukar rupiah yang dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha, terutama bank yang aktif di ekspor dan impor.
Perbaikan di sektor pasar modal juga memberikan dampak psikologis positif bagi iklim usaha nasional.
"Kalau misalnya rupiah sekarang stabil, kemudian pasar modal juga mulai recover, saya kira ini momen yang baik," kata Dian.
>>> Hajime Moriyasu Tunjuk Ao Tanaka Starter Hadapi Tunisia di Piala Dunia 2026
Mengenai kebijakan moneter, dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) diprediksi tidak langsung memengaruhi kinerja perbankan dalam waktu dekat.
Menurut Dian, terdapat jeda waktu sebelum transmisi suku bunga acuan tersalurkan ke suku bunga kredit atau sektor pembiayaan riil.
Oleh karena itu, OJK belum mengkhawatirkan efek langsung dari penyesuaian suku bunga terhadap laju pertumbuhan bisnis perbankan tahun ini.