⌂ Beranda News Volkswagen: Mobil ICE Akan Semakin Terbatas karena Transisi EV

Volkswagen: Mobil ICE Akan Semakin Terbatas karena Transisi EV

Volkswagen: Mobil ICE Akan Semakin Terbatas karena Transisi EV
Ilustrasi mobil listrik Volkswagen dan stasiun pengisian daya
A A Ukuran Teks16px

Volkswagen (VW) menilai transisi menuju kendaraan listrik akan terus berlanjut hingga membuat mobil bermesin pembakaran internal (ICE) menjadi pilihan yang semakin terbatas di masa depan.

Martin Sander, anggota dewan Volkswagen yang membawahi penjualan, pemasaran, dan purnajual, mengibaratkan posisi mobil konvensional nantinya seperti kuda saat ini yang bukan lagi alat transportasi utama.

>>> IHSG 9 Juni 2026 Dibuka Menguat ke Level 5.372,16

Menurut dia, percepatan adopsi mobil listrik tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pelarangan kendaraan berbahan bakar fosil. Industri otomotif juga perlu menunjukkan manfaat nyata dari teknologi tersebut kepada konsumen.

"Saya tidak menyukai diskusi yang hanya berfokus pada larangan mesin pembakaran internal.

Jika ingin konsumen beralih ke teknologi baru, yang perlu dilakukan adalah menunjukkan manfaatnya, bukan sekadar membicarakan kapan kendaraan yang selama puluhan tahun mereka gunakan tidak lagi diperbolehkan," ujar Sander dikutip Carscoops, Senin (8/6/2026).

Ia menilai pendekatan tersebut kurang efektif untuk mendorong masyarakat beralih ke teknologi baru.

Sebab, konsumen yang selama puluhan tahun menggunakan mobil bermesin bensin atau diesel membutuhkan alasan kuat untuk berpindah ke kendaraan listrik.

Fokus Infrastruktur dan Masa Depan ICE

Oleh karena itu, perhatian seharusnya lebih diarahkan pada pengembangan infrastruktur pengisian daya, edukasi mengenai keunggulan mobil listrik, serta upaya menekan biaya energi.

>>> Darwin Nunez Buka Peluang Tinggalkan Al Hilal untuk Kembali ke Liverpool

Sander meyakini semakin banyak konsumen akan beralih ke EV seiring berkurangnya hambatan kepemilikan. Jika kondisi tersebut tercapai, minat terhadap kendaraan bermesin pembakaran internal diperkirakan akan terus menyusut.

"Bisa saja pada 2035 hanya tersisa tiga, empat, atau lima persen konsumen yang masih menginginkan kendaraan bermesin pembakaran internal," katanya.

Di sisi lain, Volkswagen belum berencana membawa kendaraan listrik dengan teknologi range extender yang dipasarkan di China ke Eropa.

Pabrikan asal Jerman itu menilai permintaan terhadap teknologi tersebut belum cukup kuat di kawasan tersebut.

Meski demikian, VW tetap memanfaatkan pengalaman pengembangan kendaraan elektrifikasi di China untuk meningkatkan daya saing global, terutama menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan produsen otomotif asal Negeri Tirai Bambu.

"Apa yang kami pelajari di China akan membantu kami tetap kompetitif di pasar lain di seluruh dunia. Fokus kami adalah skala produksi, efisiensi, dan biaya.

>>> Fasset Global Luncurkan Fasset Card untuk Transaksi Stablecoin

Kami harus kompetitif, tidak ada alternatif lain," ujar Sander.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru