⌂ Beranda News Harga Emas Antam di Pegadaian Turun Jadi Rp 2.843.000 per Gram pada 9 Juni 2026

Harga Emas Antam di Pegadaian Turun Jadi Rp 2.843.000 per Gram pada 9 Juni 2026

Harga Emas Antam di Pegadaian Turun Jadi Rp 2.843.000 per Gram pada 9 Juni 2026
Ilustrasi emas batangan Antam di Pegadaian
A A Ukuran Teks16px

Nilai jual logam mulia Antam di agen Pegadaian mengalami penurunan pada Selasa (9/6/2026).

Mengutip data dari Money, harga emas Antam ukuran 1 gram kini dipatok Rp 2.843.000.

>>> Lembaga Sains Cuaca Peringatkan Potensi El Nino Terkuat Sepanjang Sejarah

Angka tersebut turun Rp 10.000 dibandingkan posisi Senin (8/6/2026) yang sebesar Rp 2.853.000 per gram.

Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback untuk emas Antam 1 gram tidak berubah.

Nilai buyback masih bertahan di Rp 2.556.000, sama dengan hari sebelumnya.

Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian 9 Juni 2026

Berikut rincian harga jual dan buyback emas Antam di Pegadaian untuk berbagai ukuran:

  • 0,5 gram: harga jual Rp 1.474.000, buyback Rp 1.278.000 (turun Rp 5.000 dari sebelumnya)
  • 1 gram: harga jual Rp 2.843.000, buyback Rp 2.556.000
  • 2 gram: harga jual Rp 5.623.000, buyback Rp 5.113.000
  • 3 gram: harga jual Rp 8.408.000, buyback Rp 7.670.000
  • 5 gram: harga jual Rp 13.978.000, buyback Rp 12.783.000
  • 10 gram: harga jual Rp 27.898.000, buyback Rp 25.566.000
  • 25 gram: harga jual Rp 69.615.000, buyback Rp 63.603.000
  • 50 gram: harga jual Rp 139.147.000, buyback Rp 127.206.000
  • 100 gram: harga jual Rp 278.213.000, buyback Rp 254.413.000

Pergerakan Harga Emas Global

Di pasar internasional, harga emas tercatat di level 4.338,68 dolar AS per ons pada pukul 10.50 WIB.

Angka tersebut naik 21,72 poin atau 0,50 persen dari penutupan sebelumnya.

Meski menguat harian, dalam sebulan terakhir emas masih terkoreksi 8,45 persen.

Namun secara tahunan, performa emas melonjak 30,28 persen.

Harga emas bertahan di atas 4.300 dolar AS per ons setelah muncul laporan Iran dan Israel sepakat menghentikan saling serang.

>>> Jadwal Libur Sekolah Semester Genap 2026 di Jakarta dan Jawa Barat

Hal ini meredakan kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi kedua pihak sedang mengupayakan gencatan senjata, meski negosiasi final masih berlangsung.

Meski demikian, harga emas dunia masih mendekati level terendah sejak akhir Maret.

Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury membebani daya tarik emas setelah data ketenagakerjaan AS melampaui ekspektasi.

Data tersebut memperkuat dugaan bahwa Federal Reserve berpeluang menaikkan suku bunga acuan sekali lagi tahun ini.

Pelaku pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Desember 2026 sebesar 70 persen.

Investor kini menanti data inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen (PPI) AS yang akan dirilis pekan ini.

Data inflasi dianggap penting untuk memberi petunjuk arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

>>> Saham Telkom Indonesia Melonjak 9,36 Persen di BEI

Kombinasi meredanya tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi membuat harga emas berpotensi bergerak dinamis dalam jangka pendek.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru