PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mencatat laba bersih unaudited sebesar Rp 2,80 triliun pada April 2026.
Pencapaian ini tumbuh 17,79 persen secara tahunan (yoy).
>>> Tim Cook Mundur dari CEO Apple, Digantikan John Ternus September 2026
Pertumbuhan laba ditopang oleh pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) yang kuat dan penyaluran pembiayaan berkualitas baik.
Hingga April 2026, DPK BSI mencapai Rp 382 triliun, naik 17,90 persen (yoy).
Tabungan berkontribusi Rp 165 triliun, melonjak 22,02 persen (yoy). Komposisi ini membuat portofolio dana murah (CASA) BSI berada di angka 63,48 persen.
Pada sektor pembiayaan, BSI menyalurkan dana Rp 332 triliun, tumbuh 15,59 persen (yoy). Pembiayaan didominasi sektor konsumer, ritel, produktif, UMKM, dan Mikro.
Kualitas pembiayaan membaik dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross turun dari 1,88 persen menjadi 1,80 persen.
Manajemen BSI mengandalkan strategi penguatan fundamental dan pengembangan ekosistem syariah.
"BSI terus menjaga fundamental performance bisnis dan keuangan melalui optimalisasi aset, penjagaan kualitas pembiayaan, peningkatan fee-based income, penguatan CASA, serta peningkatan produktivitas pegawai," ujar Ade Cahyo Nugroho, Direktur Finance and Strategy BSI.
>>> San Antonio Spurs Tekuk New York Knicks 115-112 di Gim Ketiga Final NBA 2026
Performa laba juga didorong tingginya minat masyarakat terhadap produk BSI, termasuk Tabungan Haji.
Dari sekitar 203.000 jemaah haji Indonesia tahun ini, 83,5 persen atau sekitar 169.000 jemaah melakukan pelunasan melalui BSI.
Proyeksi penyaluran zakat perusahaan tercatat Rp 72 miliar seiring kenaikan total aset 12,17 persen menjadi Rp 452 triliun.
BSI juga terlibat dalam program prioritas pemerintah hingga Maret 2026.
Penyaluran dana Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp 198 miliar untuk 211 dapur. BSI juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke 17.732 nasabah.
Pada kuartal I, BSI membiayai program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 894 nasabah dengan total pembiayaan rumah bersubsidi Rp 5,7 triliun.
BSI juga aktif dalam Pembiayaan Program Perumahan (KPP) untuk UMKM.
>>> Pariwisata Jadi Penopang Utama Devisa dan Ekonomi Domestik
"Dengan strategi tersebut, BSI berharap dapat terus memperkuat posisi sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dan bullion bank," tutup Ade Cahyo Nugroho.