⌂ Beranda News Harga Bitcoin dan Ethereum Turun 9 Juni 2026, Spekulator Beralih ke Saham AI

Harga Bitcoin dan Ethereum Turun 9 Juni 2026, Spekulator Beralih ke Saham AI

Harga Bitcoin dan Ethereum Turun 9 Juni 2026, Spekulator Beralih ke Saham AI
Grafik harga Bitcoin dan Ethereum turun pada 9 Juni 2026
A A Ukuran Teks16px

Pasar kripto mengalami penurunan pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026.

Bitcoin berada di kisaran 62,7 ribu dolar AS atau sekitar Rp 1,13 miliar pada pukul 10.27 WIB.

>>> Wuling Motors Tanggapi Kehadiran BYD M6 DM di Pasar MPV Listrik

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan hari Senin sebelumnya yang masih bertahan di 63.310 dolar AS atau setara Rp 1,15 miliar.

Penurunan ini membuat spekulator berharap harga tetap bertahan di kisaran 60 hingga 65 ribu dolar AS.

Data dari coinmarketcap. com mencatat Bitcoin terkoreksi 0,74 persen dalam 24 jam terakhir.

Dalam sepekan, pelemahan mencapai 11,47 persen, sementara sejam terakhir turun 0,04 persen dengan kapitalisasi pasar Rp 24,1 kuadriliun.

Koreksi dipicu oleh aksi diversifikasi spekulator yang mulai memindahkan modal ke instrumen lain, seperti saham kecerdasan buatan (AI) dan menjelang agenda IPO SpaceX.

Tren negatif juga diikuti Ethereum yang minus 1,05 persen dalam 24 jam.

Dalam sepekan, Ethereum anjlok 16,82 persen, dan sejam terakhir turun 0,01 persen ke posisi 1.663,75 dolar AS atau sekitar Rp 29 juta.

>>> Gagal Finis di MotoGP Hungaria, Fabio Quartararo Hadapi Kendala Teknis

Kapitalisasi Ethereum kini mencapai Rp 3.691 triliun. Meski demikian, aset ini masih dinilai mendatangkan keuntungan.

Spekulator memproyeksikan Ethereum bertahan di 1.663 dolar AS meski ada potensi koreksi lanjutan 0,03 persen hari ini.

Secara keseluruhan, Ethereum menyusut 1,24 persen menjadi 1.667,32 dolar AS dalam 24 jam, menunjukkan performa lebih buruk dari Bitcoin.

Pelemahan didorong oleh arus keluar dana institusional dan faktor makroekonomi yang menekan aset berisiko.

Spekulator Beralih ke Sektor Kecerdasan Buatan

Melemahnya performa Bitcoin berkaitan dengan keputusan spekulator yang memprioritaskan investasi pada saham AI dan chip memori. Salah satu pemicunya adalah kabar rencana IPO Anthropic, perusahaan pembuat Claude AI.

"Para spekulator berinvestasi besar-besaran pada saham AI dan chip memori, terutama di Korea, dan pasar juga mengantisipasi bahwa IPO besar yang akan datang akan mengalihkan sebagian uang investor ritel ke saham-saham baru tersebut," jelas kepala investasi di Syz Group, Charles-Henry Monchau, dikutip dari CNBC, Jumat (5/6/2026).

Faktor lain yang memberatkan Bitcoin adalah ketidakpastian regulasi, terutama rancangan undang-undang struktur pasar kripto bernama Clarity Act yang sulit diwujudkan Kongres AS.

>>> Ikon Piala Dunia 2026 Kota Meksiko Tuai Kritik Warga

Gejolak geopolitik seperti perang Iran yang memaksa Presiden Donald Trump mengambil keputusan kontroversial turut memberi tekanan pada Bitcoin.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru