⌂ Beranda News Antrean Panjang, Pengguna Motor Listrik Beralih ke Bengkel Umum

Antrean Panjang, Pengguna Motor Listrik Beralih ke Bengkel Umum

Antrean Panjang, Pengguna Motor Listrik Beralih ke Bengkel Umum
Teknisi memeriksa baterai lithium ion motor listrik
A A Ukuran Teks16px

Lonjakan populasi kendaraan listrik di Indonesia membuat sebagian pemilik motor listrik lebih memilih perawatan di bengkel umum independen.

Mereka enggan menggunakan jaringan resmi pabrikan karena antrean panjang dan keterbatasan layanan purna jual.

>>> Polresta Jogja Gelar Rekonstruksi Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha

Pemilik bengkel Dolland Motor Electric di Bekasi, Abdulah, mengungkapkan beberapa faktor yang mendorong konsumen beralih.

"Ada yang bilang antreannya panjang banget. Pagi saja, kemungkinan digarapnya sore.

Kemudian aftersales-nya enggak bisa diandalkan," ujar Abdulah.

Menurutnya, kondisi operasional di bengkel resmi kurang efisien karena proses pengerjaan memakan waktu lama dari pagi hingga sore.

Ia juga menilai bahwa sejak 2019, sebagian besar pelaku usaha hanya fokus pada penjualan unit kendaraan.

"Mereka di sini hanya fokus jualan. Jadi aftersales tidak dipikirkan," tuturnya.

Meski demikian, beberapa merek seperti Alva dan Polytron dinilai memiliki layanan purna jual yang lebih baik.

>>> CEO Grab Indonesia Soroti Tantangan Kompleks Dunia Usaha 2026

"Walaupun nanti ada aftersales terbaiknya, misalkan Alva oke, baik. Tadi ada Polytron, ada Alva.

Aftersales-nya oke," kata Abdulah.

Namun, ia menambahkan bahwa standar kualitas purna jual saat ini masih relatif di antara penyedia layanan yang kurang optimal.

"Oke-nya itu di antara yang tidak oke, bukan yang oke di antara yang oke," jelasnya.

Faktor kepraktisan dan kecepatan penanganan masalah menjadi pertimbangan utama, terutama bagi pengguna yang mengandalkan motor untuk mobilitas kerja harian.

Fleksibilitas perbaikan komponen yang tidak terakomodasi garansi pabrikan juga menjadi alasan penguat.

"Jadi sebisa mungkin mereka tidak bisa klaim. Supaya tidak keluar klaimnya," ujar Abdulah.

>>> ILO Kampanyekan Penghentian Pekerja Anak Global Lewat Hari Sedunia

Akibatnya, banyak konsumen akhirnya beralih ke bengkel umum independen.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru