Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk meningkatkan produksi sektor pertanian dan perkebunan nasional.
Kolaborasi ini akan difokuskan pada riset dan pembinaan petani.
>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate ke 5,50% Antisipasi Gejolak Global
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa seluruh laboratorium dan kantor Kementan di 38 provinsi akan bebas digunakan oleh para peneliti BRIN.
Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran senilai puluhan triliun rupiah untuk mendukung kelancaran proses riset.
"Hari ini kita tanda tangan MoU, kita kolaborasi, yang pertama seluruh lab, kantor Kementerian Pertanian yang berada di tiap provinsi, 38 provinsi, itu bebas digunakan oleh para peneliti dari BRIN seluruh Indonesia," ujar Amran.
Pengawasan bersama akan dilakukan pada lahan pertanian berskala besar untuk memaksimalkan program pembinaan. Riset akan difokuskan pada komoditas pangan strategis yang memiliki permintaan tinggi di pasar global.
Anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 40 triliun.
Program ini tidak hanya berfokus pada skala kecil, melainkan juga pada lahan ribuan hektare yang akan diawasi bersama.
Fokus kerja sama mencakup komoditas seperti kedelai, bawang putih, kakao, mete, dan tebu, menyusul keberhasilan swasembada jagung dan padi.
Penanaman komoditas akan disesuaikan dengan keunggulan komparatif dan kesesuaian iklim di setiap wilayah.
"Pertama, padi sudah selesai. Jagung sudah swasembada untuk pakan.
Ke depan kita fokus kedelai, bawang putih, kakao, mete, tebu, dan seterusnya yang demand-nya tinggi tingkat dunia dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani dengan cepat," jelas Amran.
>>> Israel Protes Keras Pernyataan Mendagri Turki Soal Yerusalem
Kementan menargetkan peningkatan produktivitas komoditas per hektare. Amran menyebutkan target minimal 5 ton per hektare, namun 3-4 ton per hektare pun sudah dianggap bagus.
Kepala BRIN Arif Satria menegaskan komitmen penuh lembaganya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dukungan teknologi akan diberikan untuk sektor hortikultura, peternakan, dan perkebunan.
"Kita akan memberikan dukungan untuk tercapainya ketahanan pangan.