Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melayangkan protes keras terhadap pernyataan Menteri Dalam Negeri Turki, Mustafa Ciftci, yang menyatakan bahwa Turki suatu hari nanti akan merebut kendali atas Yerusalem.
Ketegangan diplomatik ini dipicu oleh komentar Ciftci dalam sebuah konferensi pers Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Provinsi Corum.
>>> Pesta Gay Remaja, Pemkab Karawang Segel Helen's Night Mart
Dalam pidatonya, Ciftci menyampaikan keyakinannya mengenai masa depan wilayah Yerusalem.
"Sama seperti kita menyaksikan pembebasan Damaskus dan Aleppo, kita, insya Allah, akan menyaksikan pembebasan Yerusalem suatu hari nanti," ujar Ciftci.
Ia menegaskan kembali keyakinan personalnya yang mendalam terkait kembalinya wilayah-wilayah tersebut ke bawah kendali Turki. Ciftci memuji kepemimpinan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai pemimpin berkaliber global.
>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,5 Persen untuk Stabilkan Rupiah
Pernyataan tersebut segera memicu reaksi keras dari pihak Pemerintah Israel melalui menteri pertahanannya.
"Saya mengatakan kepada Menteri Dalam Negeri Turki, yang mengancam dan bermimpi untuk menguasai Yerusalem: Yerusalem bukanlah Konstantinopel, dan Israel bukanlah Kekaisaran Salib yang sedang runtuh," kata Katz dalam pernyataannya.
Menteri Pertahanan Israel menolak mentah-mentah klaim tersebut dan menegaskan status Yerusalem sebagai ibu kota negaranya secara permanen.
>>> Optimisme CEO Asia Pasifik Menurun di Tengah Ketidakpastian Global
Ia juga mengkritik arah politik pejabat Turki saat ini yang dinilai menjauh dari visi sekuler pendiri negara mereka.