Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dengan kuat pada perdagangan sesi pertama, Selasa (9/6/2026).
Pergerakan ini terjadi setelah indeks berada di bawah tekanan aksi jual selama beberapa hari sebelumnya.
>>> Fiskal 2027: Pemerintah Fokus pada 8 Program Prioritas Nasional
IHSG mencatatkan technical rebound yang cukup signifikan dengan kenaikan sebesar 4,82 persen. Lonjakan tersebut sekaligus membuat indeks sukses menembus level 5.600 kembali.
Minat beli investor kembali masuk pada deretan saham berkapitalisasi besar (big caps) yang sebelumnya mengalami koreksi tajam.
Kondisi ini memicu penguatan indeks secara merata di berbagai sektor saham domestik.
Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi salah satu pilar utama penopang indeks dengan lonjakan sebesar 8,9 persen.
Di susul oleh saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang menguat sebesar 8,4 persen.
Sektor perbankan juga mengambil peran penting sebagai motor penggerak pergerakan indeks.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tercatat naik sebesar 6,6 persen pada sesi pertama ini.
Kenaikan ini diikuti oleh saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menguat 6,3 persen.
Sementara itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) juga ikut meroket dengan kenaikan sebesar 5,7 persen.
>>> Pemerintah Targetkan Belanja Negara 2027 Capai 14,80 Persen PDB
Sektor industri dan bahan baku memimpin penguatan di antara seluruh indeks sektoral yang kompak bergerak di zona hijau.
Bobot besar dari saham-saham unggulan ini memberikan daya dorong dominan terhadap perhitungan indeks.
Statistik Transaksi dan Pergerakan Regional
Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka pada level 5.344,688 dan sempat fluktuatif di awal sesi.
Tekanan beli yang masif kemudian membawa indeks melesat hingga titik tertinggi di level 5.627,575, dengan area terendah pada 5.318,145.
Penguatan ini mencatatkan dominasi sebanyak 603 saham yang bergerak di zona hijau. Sebanyak 118 saham terpantau melemah, sementara 92 saham lainnya berada di posisi stagnan.
Aktivitas perdagangan melonjak tajam dengan volume transaksi mencapai 24,71 miliar saham.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,47 juta kali dengan nilai total transaksi menyentuh Rp 13,79 triliun.
Sentimen positif pasar dalam negeri ini berjalan selaras dengan mayoritas bursa saham di regional Asia yang menguat pada siang hari.
>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen
Rebound saham teknologi, khususnya industri semikonduktor, menjadi pemicu utama di Asia, meski bursa Hong Kong melemah tipis.