Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang area lepas pantai Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6) pagi waktu setempat.
Bencana alam ini dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 41 orang dan menyebabkan empat warga lainnya hilang akibat reruntuhan bangunan.
>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,50 Persen untuk Stabilkan Rupiah
Gempa di wilayah Filipina bagian selatan ini memicu kerusakan infrastruktur yang luas. Ribuan penduduk terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.
Otoritas setempat mencatat sebanyak 479 orang mengalami luka-luka. Mayoritas korban luka, mencapai 456 orang, berada di wilayah Davao.
Gempa berdampak pada sekitar 88.000 warga di seantero Mindanao bagian selatan. Sebanyak 22.690 orang kini terpaksa berada di pengungsian.
Kerusakan fisik akibat guncangan terekam pada 1.889 rumah warga. Sekitar 1.500 unit di antaranya hancur total.
>>> Pemprov DKI Gelar JFF 2026 dan Jakarta Fair Sambut HUT ke-499
Guncangan kuat ini juga merusak 9 jembatan serta 19 ruas jalanan setempat. Pasokan aliran listrik dan air ke pemukiman penduduk juga terputus.
Kantor Pertahanan Sipil (OCD) melaporkan wilayah Soccsksargen menjadi area dengan konsentrasi kematian tertinggi. Wilayah ini meliputi Provinsi Sarangani, Kota General Santos, dan Cotabato Selatan.
Operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi difokuskan di Kota General Santos dan Provinsi Sarangani. Kedua area tersebut merupakan titik terdampak paling parah.
>>> Kemendikdasmen Buka Pendaftaran Gangwon International Youth Forum 2026 untuk Siswa SMK
Proses penyelamatan di beberapa area Sarangani sempat terhambat. Keterbatasan akses yang hanya bisa dijangkau menggunakan helikopter menjadi kendala utama, ditambah ancaman ratusan gempa susulan.