Pemerintah mengucurkan subsidi kedelai sebesar Rp 2.000 per kilogram untuk alokasi 250.000 ton pada tahap pertama.
Langkah intervensi ini diambil menyusul sengketa harga komoditas impor yang melonjak tajam setelah nilai tukar dolar Amerika Serikat menembus angka Rp 18.000.
>>> Pajak Xpeng G6 Cuma Ratusan Ribu Rupiah, Jauh Lebih Murah dari Mobil Bensin
Kebijakan tersebut diambil berdasarkan arahan langsung dari Presiden guna mengamankan pasokan pangan masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa penyaluran bantuan harga ini akan difasilitasi melalui Badan Urusan Logistik (Bulog).
Keputusan strategis tersebut dirumuskan dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Harga Komoditas Pangan.
"Nah oleh karena itu tadi kita putuskan disubsidi Rp 2.000 per kilogram. Pemerintah menyediakan untuk 250.000 ton pertama melalui Bulog," ujar Zulkifli Hasan.
Mekanisme pelaksanaan program subsidi ini selanjutnya akan digodok secara lintas kementerian bersama otoritas keuangan negara.
>>> DPR Sahkan RUU Kepolisian: Batas Usia Pensiun Anggota Diperpanjang
Pengambil kebijakan juga memastikan koordinasi dengan kepala negara telah berjalan lancar sebelum program dilempar ke publik.
"Selanjutnya tentu Menteri Perekonomian bersama Kementerian Keuangan akan membuat surat ke sana, tapi ini sudah dilaporkan ke Bapak Presiden," tambah Zulkifli Hasan.
Terkait petunjuk teknis pendistribusian dan pelaksanaan di lapangan, pihak kementerian belum menjabarkan skema detailnya secara terbuka.
Kendati demikian, penugasan penuh telah resmi didelegasikan kepada badan pangan terkait.
>>> Andrei Alba Belum Terima Tawaran Kontrak Baru dari Persis Solo
"Nanti Bulog yang akan mengatur teknisnya seperti apa," terang Zulkifli Hasan.