⌂ Beranda News Bank Indonesia Siapkan Kebijakan Moneter untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia Siapkan Kebijakan Moneter untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia Siapkan Kebijakan Moneter untuk Jaga Stabilitas Rupiah
Gedung Bank Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan serangkaian kebijakan moneter strategis untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah ini diambil setelah BI menaikkan suku bunga acuan.

Penguatan kebijakan ini bertujuan mendongkrak daya tarik aset keuangan domestik bagi investor asing. Selain itu, kebijakan ini juga memastikan kecukupan likuiditas perbankan nasional.

>>> Timnas Indonesia Hadapi Ujian Kecepatan Transisional Mozambik

Peningkatan instrumen moneter ini menyertai keputusan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

Bank sentral mengoptimalkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia untuk seluruh tenor, yaitu 6, 9, dan 12 bulan, melalui mekanisme pasar.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa Bank Indonesia juga menempuh langkah-langkah penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Hal ini dilakukan dengan meningkatkan imbal hasil dan sejumlah insentif lain dalam operasi moneter untuk menarik investasi asing.

Untuk meminimalkan beban biaya investor portofolio asing, Bank Indonesia memotong tingkat swap lindung nilai sebesar 10 persen.

Fasilitas hedging swap yang sebelumnya diakses investor melalui perbankan domestik akan diteruskan transaksinya secara langsung kepada Bank Indonesia.

Sementara itu, penentuan tingkat swap yang reguler tetap diberikan BI sesuai mekanisme pasar yang berlaku.

Kelancaran likuiditas di pasar uang diantisipasi melalui pengaktifan kembali lelang instrumen repurchase agreement bagi perbankan untuk tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan.

>>> Wamendiktisaintek Bantah Ribuan Calon Dokter Terancam Drop Out

Fasilitas repo ini menjadi instrumen utama pengelolaan likuiditas moneter.

Tujuannya adalah menggeser porsi pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder serta menjaga pertumbuhan uang primer di atas 10 persen.

Intensitas operasi moneter rupiah ditingkatkan melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dua kali sepekan.

Penguatan valuta asing dilakukan melalui intervensi transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward, dan Non-Deliverable Forward di pasar luar negeri.

Sinergi ini dijalankan selaras dengan kebijakan fiskal pemerintah berdasarkan kesepakatan bersama Menteri Keuangan pada 6 Juni 2026.

Perry Warjiyo menekankan bahwa BI terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal pemerintah untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah.

Kolaborasi ini diprioritaskan pada penyerapan investasi asing di instrumen sekuritas dan Surat Berharga Negara.

Selain itu, kecukupan likuiditas diatur melalui penempatan pengelolaan kas pemerintah yang tetap berada di Bank Indonesia.

>>> Timnas Indonesia Hadapi Mozambik di FIFA Matchday Juni 2026

Koordinasi fiskal-moneter yang kuat ini akan terus diperkuat secara berkesinambungan untuk mendukung stabilitas makroekonomi dan pertumbuhan ekonomi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru