⌂ Beranda News Orang Tua Beberkan Dampak Fisik dan Psikis Kekerasan di Daycare Yogyakarta

Orang Tua Beberkan Dampak Fisik dan Psikis Kekerasan di Daycare Yogyakarta

Orang Tua Beberkan Dampak Fisik dan Psikis Kekerasan di Daycare Yogyakarta
Anak korban kekerasan di daycare mengalami trauma psikologis
A A Ukuran Teks16px

>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

"Pada tanggal 2 Juni 2023, tepat kurang lebih tiga atau empat bulan selama anak kami ditempatkan di daycare tersebut, sudah mengalami pneumonia.

Informasinya juga anak kami tidak dimandikan dengan air hangat dalam kondisi usia dua bulan," ujar Ismanto.

Informasi mengenai kelalaian dalam memandikan anak tersebut ia dapatkan berdasarkan pengakuan dari beberapa mantan pengasuh di tempat penitipan anak tersebut.

Diagnosis PTSD pada Anak

Dampak yang tidak kalah memprihatinkan juga disampaikan oleh orang tua korban lainnya bernama Usi. Ia menyatakan bahwa kedua anaknya kini didiagnosis mengalami gangguan stres pascatrauma oleh psikiater.

"Banyak sekali perubahan yang terjadi di anak saya, bahkan kemarin waktu di psikiater itu diagnosanya dua-duanya adalah PTSD atau post-trauma sindrom itu, Pak.

Jadi, mereka berdua membutuhkan terapi yang berkelanjutan. Sampai sekarang dua minggu setiap minggu mereka menjalankan terapi," kata Usi.

Usi menambahkan bahwa selain menjalani terapi rutin mingguan, anak-anaknya juga menunjukkan kebiasaan aneh dan perilaku agresif yang kerap meniru tindakan kekerasan di rumah.

"Perubahan-perubahan yang terjadi sekarang di Little Aresha itu seperti anak saya suka menali, kemudian suka lepas pampers, dan tidur hanya di lantai.

Kemudian, juga suka menjambak, mencubit, dan lain-lain kekerasan yang sering dilakukan oleh anak saya di rumah," paparnya.

Usi mengaku awalnya sempat curiga dengan kondisi anak-anaknya, namun ia memilih untuk memercayai klarifikasi dan penjelasan yang diberikan oleh pengelola Daycare Little Aresha.

Ia menjelaskan bahwa dirinya memilih daycare tersebut sejak tahun 2021 karena tergiur dengan fasilitas dan program kerja yang ditawarkan, yang dianggap cocok untuk kebutuhan orang tua bekerja selama masa pandemi COVID-19.

>>> Chatib Basri Sarankan Pemerintah Berhemat demi Selamatkan APBN

"Seiring berjalannya waktu sampai detik ini, ternyata anak saya dan semua anak yang di Little Aresha tidak berada di tempat yang sesuai dengan bayangan saya saat survei saat itu," tutur Usi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru