⌂ Beranda News Polri Gandeng Pihak Eksternal dalam Assessment Center Perwira Tinggi 2026

Polri Gandeng Pihak Eksternal dalam Assessment Center Perwira Tinggi 2026

Polri Gandeng Pihak Eksternal dalam Assessment Center Perwira Tinggi 2026
Polri menggelar Assessment Center Perwira Tinggi 2026 dengan menggandeng pihak eksternal
A A Ukuran Teks16px

Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar Assessment Center Perwira Tinggi untuk kepangkatan Brigadir Jenderal Polisi Tahun Anggaran 2026 di Mabes Polri pada Selasa (9/6/2026).

Dalam kegiatan ini, Polri melibatkan pihak eksternal untuk membangun tata kelola sumber daya manusia yang transparan, objektif, dan berbasis kompetensi.

>>> Suzuki Fronx Sport Meluncur di Malaysia, Harga Rp 450 Jutaan

Acara yang diikuti oleh 100 peserta tersebut dibuka langsung oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.

Polri menggandeng Founder ESQ Corp, Ary Ginanjar, sebagai langkah nyata memperkuat sistem meritokrasi sekaligus menindaklanjuti rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri.

Pemimpin Adaptif Dibutuhkan

Komjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Korps Bhayangkara saat ini memerlukan sosok pemimpin yang adaptif menghadapi dinamika zaman yang sulit diprediksi.

Penegasan tersebut disampaikan dalam arahannya mengenai peningkatan tantangan tugas kepolisian di masa mendatang.

"Tantangan Polri ke depan semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik global, ancaman siber, kejahatan transnasional, hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik," ucap Komjen Dedi Prasetyo.

Sistem kaderisasi yang objektif dan transparan dipandang menjadi kunci utama dalam memunculkan kualitas kepemimpinan tersebut.

Pihak kepolisian berkomitmen menghadirkan solusi konkret bagi pelayanan publik melalui proses penyaringan yang ketat ini.

"Karena itu, Polri membutuhkan pemimpin yang adaptif, berintegritas, humanis, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui sistem kaderisasi yang objektif, transparan, dan berbasis meritokrasi," lanjut Komjen Dedi Prasetyo.

Sementara itu, As SDM Kapolri Irjen Anwar memandang Assessment Center sebagai instrumen strategis institusi.

Proses ini difungsikan untuk memetakan kapasitas kepemimpinan di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

"Assessment Center Polri dibangun untuk memastikan bahwa pembinaan karier personel berjalan secara objektif dan berbasis data.

Tujuannya bukan sekadar menilai seseorang layak atau tidak menduduki jabatan tertentu, tetapi menemukan potensi terbaik yang dimiliki setiap personel agar dapat dikembangkan secara optimal," ujar Irjen Anwar.

Hasil dari penilaian ini diproyeksikan menjadi fondasi utama dalam promosi jabatan serta pengembangan karier ke depan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru