⌂ Beranda News Titan: Bulan Mirip Bumi dengan Sungai Metana, Bukan Air

Titan: Bulan Mirip Bumi dengan Sungai Metana, Bukan Air

Titan: Bulan Mirip Bumi dengan Sungai Metana, Bukan Air
Ilustrasi: Titan: Bulan Mirip Bumi dengan Sungai Metana, Bukan Air
A A Ukuran Teks16px

Permukaan Titan, bulan terbesar Saturnus, menunjukkan kemiripan dengan Bumi dengan adanya awan, hujan, sungai, danau, hingga lautan.

Namun, perbedaan mencolok terletak pada komposisi cairannya; tidak ada air cair yang mengalir di sana, melainkan metana dan etana cair yang menggerakkan seluruh siklus cuaca.

>>> Ilmuwan Prediksi Super El Nino Pecahkan Rekor, Terbesar dalam 150 Tahun

Suhu ekstrem Titan yang mencapai sekitar minus 179 derajat Celsius menyebabkan air membeku menjadi material penyusun kerak, bebatuan, dan pegunungan.

Fenomena ini mengajarkan bahwa 'cairan' adalah keadaan fisik zat yang bergantung pada suhu dan tekanan.

Siklus Metana yang Berbeda

Meskipun mekanismenya serupa dengan siklus air di Bumi, siklus metana di Titan berlangsung jauh lebih lambat dan jarang terjadi.

Satu musim di Titan bahkan bisa berlangsung lebih dari tujuh tahun Bumi.

>>> Zinedine Zidane Resmi Latih Timnas Prancis, Harapan Bangkit di Pundaknya

Lautan metana sebagian besar terkonsentrasi di wilayah kutub utara, sementara daerah khatulistiwa didominasi oleh bukit pasir organik dan saluran sungai yang mungkin hanya terisi saat badai besar.

Para ilmuwan menduga adanya samudra bawah permukaan yang terdiri dari air bercampur garam dan amonia di bawah lapisan es yang tebal.

Dengan demikian, Titan memiliki dua jenis lingkungan cair yang berbeda: metana dan etana di permukaan, serta lautan air tersembunyi di bawah kerak es.

>>> UEFA Kecam Keras Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia ke Investor

Meskipun belum ada bukti kehidupan, Titan dianggap sebagai laboratorium alami untuk memahami iklim dan kimia di dunia yang berbeda dari Bumi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM