Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran jumbo hingga Rp 1.896 triliun untuk membiayai 60 program kerja prioritas nasional pada tahun 2027.
Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Selasa (9/6/2026).
>>> Bobby Nasution Tegur PLN Sumut, Minta Kompensasi Pemadaman Listrik
Anggaran tersebut sudah dimasukkan dalam penyusunan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027.
Belanja direncanakan berada pada kisaran 13,62 persen hingga 14,80 persen terhadap PDB.
Delapan Klaster Prioritas
Pemerintah mengelompokkan 60 program ke dalam delapan klaster besar yang saling terintegrasi. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menjelaskan bahwa setiap klaster tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Pangan terhubung dengan gizi, gizi terhubung dengan pendidikan, pendidikan terhubung dengan produktivitas, produktivitas terhubung dengan industri, industri menciptakan lapangan kerja, lapangan kerja menurunkan jumlah orang miskin," ujar Rachmat Pambudy.
Klaster prioritas mencakup kedaulatan pangan seperti pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih. Sektor energi meliputi program biodiesel B50 dan PLTS 100 GW.
>>> Bengkel Umum Mampu Perbaiki 70 Persen Kerusakan Motor Listrik
Sektor pendidikan mencakup makan bergizi gratis dan pendirian 10 universitas berbasis STEMM.
Sektor kesehatan, hilirisasi industri, infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan melalui 80.000 Koperasi Desa, hingga pengentasan kemiskinan lewat Program Kesejahteraan Rakyat juga menjadi fokus utama.
Sumber Pendanaan
Pemerintah menargetkan sumber pendanaan berasal dari belanja pemerintah pusat, optimalisasi transfer ke daerah dan dana desa, serta berbagai skema pembiayaan anggaran.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas belanja negara melalui efisiensi dan refocusing.
>>> Menteri Israel Serukan Eskalasi Militer Terhadap Lebanon dalam Rapat Kabinet
"Alokasi anggaran harus semakin produktif, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat," kata Purbaya.