⌂ Beranda News Polisi Tutup Wisata Tebing Apparalang Usai Wisatawan Tewas Tenggelam

Polisi Tutup Wisata Tebing Apparalang Usai Wisatawan Tewas Tenggelam

Polisi Tutup Wisata Tebing Apparalang Usai Wisatawan Tewas Tenggelam
Kawasan wisata Tebing Apparalang di Bulukumba
A A Ukuran Teks16px

Kawasan wisata Tebing Apparalang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, ditutup sementara oleh pihak kepolisian.

Penutupan ini menyusul insiden tewasnya seorang wisatawan berusia 17 tahun yang tenggelam setelah terhempas ombak saat berfoto.

>>> The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2026

Peristiwa nahas menimpa Elmi Febrianti di Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, pada Minggu (7/6) sekitar pukul 14.30 Wita.

Kepala Pelaksana BPBD Bulukumba Andi Hasbullah mengonfirmasi kejadian tersebut.

Korban sedang berlibur bersama keluarganya dan mendatangi salah satu spot foto di tebing. Ombak besar tiba-tiba menghantam korban hingga terjatuh ke laut dan terombang-ambing akibat arus deras.

Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada hari yang sama.

"Telah diserahkan kepada keluarga korban," ujar Andi Hasbullah.

Keluarga korban telah melaporkan insiden ini ke Polres Bulukumba. Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto mengatakan, "Hari ini kami terima laporan dari keluarga korban."

Aparat kepolisian langsung menutup akses ke kawasan wisata Tebing Apparalang. "(Ditutup untuk) Mencegah kejadian berulang.

>>> Chatib Basri Bantah Terima Tawaran Menteri Keuangan dari Prabowo

Dan untuk kepentingan penyelidikan," jelas AKBP Restu Wijayanto.

DPRD Bulukumba juga bereaksi keras dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP). Wakil Ketua DPRD Bulukumba Syahruni Haris menyebut pihaknya memanggil pengelola wisata dan Dinas Pariwisata.

"Tadi ini dan sementara berlangsung dipimpin oleh ketua Komisi B itu melakukan RDP dengan memanggil pengelola yang ada di situ, kadis pariwisata, dan beberapa kalangan lainnya, tokoh masyarakat.

Dari tim Basarnas juga kita undang," kata Syahruni Haris.

Legislator menyoroti ketiadaan standar operasional prosedur (SOP) dan instrumen keselamatan bagi pengunjung. "Saya melihat memang itu tidak ada sama sekali instrumen untuk menjaga keamanan pengunjung.

Kan mestinya, saya analogikan begini, biasanya itu di pantai ada namanya penjaga pantai, karena itu SOP.

Semua garis pantai yang melibatkan banyak wisatawan itu harus ada SOP minimal ada penjaga, ada instrumen seperti ban atau pelampung yang sifatnya bisa menolong.

>>> China Jamu Thailand di Laga Uji Coba, Shao Jiayi Incar Kemenangan Perdana

Sementara itu tidak ada sama sekali. Saya pernah ke sana, memang hampir dibilang tidak ada," papar Syahruni Haris.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru