⌂ Beranda News The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2026

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2026

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2026
Gedung Federal Reserve di Washington DC
A A Ukuran Teks16px

Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan dalam jangka waktu lebih lama.

Kebijakan ini diproyeksikan bertahan hingga akhir 2026.

>>> Chatib Basri Bantah Terima Tawaran Menteri Keuangan dari Prabowo

Mayoritas ekonom dalam jajak pendapat Reuters memprediksi The Fed belum akan melonggarkan kebijakan moneter. Langkah ini dipicu oleh tekanan inflasi yang berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Hasil survei ini menjadi konsensus paling jelas sepanjang tahun ini. Sebelumnya, pandangan para ekonom masih terbelah antara opsi penurunan suku bunga atau mempertahankan kebijakan pengetatan.

Proyeksi Suku Bunga dan Inflasi

Sebanyak 72 dari 102 ekonom yang berpartisipasi dalam survei memperkirakan suku bunga acuan The Fed akan mandek di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen sampai akhir 2026.

Jumlah tersebut mencakup hampir 70 persen dari total responden.

Prosentase itu melonjak tajam dibandingkan bulan lalu ketika kurang dari separuh ekonom yang memperkirakan suku bunga bertahan hingga akhir 2026.

Jajak pendapat ini diselenggarakan pada periode 4 hingga 9 Juni.

Di sisi lain, pasar kontrak berjangka suku bunga bahkan melihat adanya peluang kenaikan suku bunga minimal satu kali hingga akhir 2026.

Situasi ini diperkuat oleh laporan tenaga kerja AS pada Mei yang tumbuh jauh lebih kuat dari ekspektasi.

Saat ini, tingkat inflasi di AS mendekati dua kali lipat dari target resmi The Fed sebesar 2 persen.

Harapan untuk melihat penurunan inflasi secara cepat dinilai sangat terbatas karena tekanan harga tinggi telah berlangsung lebih dari lima tahun.

Survei terpisah dari Reuters memproyeksikan inflasi harga konsumen di AS naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun menjadi 4,2 persen pada bulan lalu.

Sementara itu, inflasi inti diperkirakan merangkak naik ke angka 2,9 persen.

Indikator inflasi pilihan utama The Fed, yaitu indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), tercatat naik menjadi 3,8 persen secara tahunan pada April.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru