Proses penyamaan voltase atau balancing baterai pada mobil listrik dan hybrid membutuhkan waktu pengerjaan yang bervariasi, mulai dari sehari hingga beberapa hari, tergantung kapasitas sel.
Perawatan ini mulai banyak dicari pemilik kendaraan elektrik untuk mengoptimalkan kembali kinerja baterai.
>>> Bank Indonesia Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp16.800-Rp17.500 pada 2027
Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, menjelaskan bahwa durasi penyamaan voltase sangat bergantung pada kapasitas baterai, jumlah sel, dan tingkat perbedaan voltase antar sel.
"Kalau kapasitas baterainya besar biasanya agak lama. Bisa seharian, 24 jam.
Kalau baterainya ada 100 sel biasanya bisa 3 hari," kata Yogig.
Hambatan Saat Selisih Voltase Kecil
Hambatan waktu justru muncul ketika selisih voltase antar sel sudah semakin kecil. Sistem membutuhkan waktu lebih lama untuk menyempurnakan proses balancing.
"Misalnya selisih 0,5 atau 0,7 volt itu sudah mulai agak lama balancing-nya. Kalau selisihnya masih besar bisa cepat," ujar Yogig.
>>> Michel Platini Gugat FIFA dan Gianni Infantino Terkait Kasus 2015
Ia menyamakan kondisi ini dengan proses pengisian daya pada baterai ponsel pintar, di mana tahap akhir pengisian memakan waktu lebih lama.
"Kalau selisihnya sudah mulai 0,3, 0,5 volt, balancing tidak bisa secepat saat selisihnya 1 volt atau di atas 0,5," tambahnya.
Biaya Balancing Baterai
Terkait biaya, Domo Hybrid EV belum menerapkan tarif khusus untuk balancing secara terpisah. Layanan ini digabung dengan pengecekan State of Health (SOH) baterai.
"Untuk harga cek SOH Rp800.000, belum termasuk jasa bongkar pasang," kata Yogig.
>>> Polisi Selidiki Kelalaian Pemilik Anjing Pemburu yang Tewaskan Bocah di Bogor
Tindakan balancing biasanya dipesan ketika pemilik kendaraan merasakan penurunan performa atau berkurangnya jarak tempuh, meskipun kondisi tersebut tidak selalu menandakan kerusakan permanen pada baterai.