Jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/6/2026) sore.
Pertemuan itu membahas kondisi perekonomian terkini, khususnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
>>> Teknisi Ungkap Hambatan dan Biaya Balancing Baterai Mobil Listrik
Anggota DEN Chatib Basri menyampaikan laporan khusus mengenai situasi tersebut. Menurutnya, pelemahan rupiah berisiko memicu lonjakan harga barang pokok.
Dampak ini dinilai akan langsung dirasakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. "Kami menyampaikan bahwa salah satu isu penting adalah risiko kenaikan harga akibat pelemahan rupiah.
Ini akan berdampak pada kelompok menengah bawah," ujar Chatib usai pertemuan.
>>> Bank Indonesia Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp16.800-Rp17.500 pada 2027
Rekomendasi untuk Pemerintah
DEN menyarankan pemerintah segera memulihkan kepercayaan investor. Langkah ini penting agar fluktuasi nilai tukar dapat dikendalikan.
Chatib menambahkan, pengelolaan nilai tukar bisa didukung melalui efisiensi anggaran pada proyek-proyek negara. Salah satu yang disorot adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Yang harus dilakukan termasuk menumbuhkan kepercayaan kepada pemerintah. Salah satunya melalui efisiensi anggaran, termasuk di dalamnya MBG," sebut Chatib.
>>> Michel Platini Gugat FIFA dan Gianni Infantino Terkait Kasus 2015
Program MBG merupakan proyek dengan alokasi dana besar yang perlu dioptimalkan efisiensinya. Hal ini demi menjaga stabilitas fiskal di tengah tekanan nilai tukar.