Kerusuhan besar melanda Mozambik setelah Dewan Konstitusional mengumumkan Daniel Chapo sebagai pemenang pemilihan presiden.
Sedikitnya 21 orang tewas dalam 24 jam terakhir akibat bentrokan antara massa oposisi dan aparat keamanan.
>>> XLSmart Targetkan Jaringan 5G Jangkau 88 Kota Akhir 2026
Korban jiwa termasuk dua anggota kepolisian. Pemerintah telah mengerahkan pasukan militer untuk memulihkan ketertiban.
Hasil Pemilu Picu Kemarahan
Dewan Konstitusional menyatakan Chapo, yang didukung partai Frelimo, meraih 65,17 persen suara. Hasil ini langsung ditolak oleh pihak oposisi.
Tokoh oposisi Venancio Mondlane kembali ke Mozambik dan disambut demonstran. Aksi pembakaran, penutupan jalan, dan suara tembakan terjadi di Maputo sepanjang malam.
Total korban jiwa dari protes tiga pekan terakhir mendekati 30 orang. Gelombang pengungsian penduduk sipil terjadi di beberapa daerah.
>>> Pelatih Vietnam Kim Sang-sik Pantau Langsung Laga Indonesia vs Mozambik
Uni Eropa sebelumnya melaporkan kejanggalan dalam proses pemungutan suara. Komunitas internasional mendesak pemerintah menahan diri dan tidak menggunakan kekuatan berlebihan.
Di sisi lain, Uni Eropa tetap menandatangani perjanjian pendanaan senilai lebih dari 148 juta euro untuk program pembangunan jangka panjang di Mozambik.
Sektor ekonomi kini mengevaluasi dampak kerugian akibat instabilitas politik.
>>> Katedral Cologne Jerman Mulai Berlakukan Biaya Masuk Wisatawan
Aparat kepolisian mengimbau warga untuk menghormati institusi negara.