⌂ Beranda News Katedral Cologne Jerman Mulai Berlakukan Biaya Masuk Wisatawan

Katedral Cologne Jerman Mulai Berlakukan Biaya Masuk Wisatawan

Katedral Cologne Jerman Mulai Berlakukan Biaya Masuk Wisatawan
Katedral Cologne Jerman memberlakukan biaya masuk wisatawan
A A Ukuran Teks16px

Otoritas gereja Katedral Cologne, Jerman, akan memberlakukan biaya masuk sebesar Euro 12 atau sekitar Rp212.000 bagi wisatawan mulai Juli mendatang.

Sebelumnya, katedral bergaya Gotik ini dapat diakses secara gratis.

>>> Pencuri Rusak Trotoar dan Gasak Kabel PJU di Koja

Kebijakan ini diambil karena situs warisan dunia UNESCO tersebut memerlukan biaya operasional harian yang sangat besar, mencapai Euro 44.000 atau sekitar Rp778 juta per hari.

Administrator Katedral, Clemens van de Ven, menjelaskan bahwa peningkatan anggaran dipicu oleh melonjaknya kebutuhan pemeliharaan bangunan, sistem keamanan, dan operasional harian.

Untuk mengantisipasi antrean panjang, manajemen membuka penjualan tiket online mulai 15 Juni dengan masa pemesanan hingga tiga bulan sebelum kunjungan.

Pembelian langsung tetap dilayani di kantor katedral terdekat.

Aturan Baru dan Pengecualian

Aturan baru ini membebaskan biaya masuk bagi anak-anak berusia 13 tahun ke bawah, penyandang disabilitas berat, serta pendamping mereka.

Pelajar di atas 14 tahun, peserta magang, dan mahasiswa mendapat diskon tiket menjadi Euro 6.

Akses gratis tetap berlaku bagi jemaat yang ingin beribadah, berdoa pribadi, atau menyalakan lilin. Pihak katedral menyiapkan alur pintu masuk khusus untuk memisahkan peziarah dari wisatawan reguler.

>>> Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Terapkan Drop Tank untuk Efisiensi Bongkar Muat Curah Cair

Pihak otoritas juga berencana membebaskan tiket masuk pada hari libur keagamaan tertentu. Mereka optimistis kebijakan ini tidak akan menurunkan minat kunjungan tahunan yang rata-rata mencapai 6 juta wisatawan.

Namun, keputusan ini memicu gelombang kritik dari masyarakat di kota Cologne dan sekitarnya. Mantan arsitek Katedral Cologne, Barbara Schock-Werner, menyatakan ketidaksetujuannya.

"Kunjungan ke katedral seharusnya tidak hanya dimungkinkan bagi orang kaya," kata Schock-Werner kepada penyiar publik Jerman, WDR. Ia menolak komersialisasi rumah ibadah dan lebih mendukung model pendanaan alternatif.

"Bagi saya, harus ada juga ruang yang bebas dari komersialisme," lanjut Schock-Werner. Sebagai solusi alternatif, ia menyarankan pembentukan yayasan mandiri atau penggalangan dana dukungan khusus dari masyarakat.

Katedral Cologne atau Kölner Dom merupakan mahakarya dengan dua menara setinggi 157 meter.

Bangunan ini menyimpan peti emas Relikui Tiga Raja Majus serta dihiasi kaca patri abad pertengahan dan karya kontemporer Gerhard Richter.

Gereja yang selesai dibangun pada 1880 ini juga terkenal dengan panorama Kota Cologne dari puncak menara Selatan.

>>> Pemerintah Perpanjang Bantuan Pangan Beras Tiga Bulan Antisipasi Kemarau

Bangunan ini tetap tegak berdiri di tengah kehancuran pengeboman Perang Dunia II.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru