Pemerintah berencana memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan sosial (bansos).
Langkah ini disampaikan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).
>>> Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026
Luhut didampingi sejumlah anggota Dewan Ekonomi Nasional, yaitu Chatib Basri, Septian Hario Seto, dan Firman Hidayat, saat menghadap Presiden Prabowo Subianto.
Digital Single ID untuk Integrasi Data
Pemerintah akan mengembangkan sistem identitas digital tunggal (digital single ID) yang diharapkan rampung akhir tahun ini.
Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan data penerima bansos sehingga meminimalkan potensi salah sasaran.
"Ini tadi yang mengenai govtech, itu nanti pemerintahan Presiden Prabowo ini akan berbasis digitalisasi dengan support AI.
Oleh karena itu kita melihat bahwa dalam waktu tidak terlalu lama kita akan punya digital single ID," kata Luhut.
>>> John Herdman Santai soal Pelatih Vietnam Pantau Laga Indonesia
Skema bantuan ke depan juga akan langsung menyasar masyarakat tanpa melalui perantara komoditas. Subsidi tidak lagi diberikan ke barang, melainkan langsung kepada penerima.
"Mungkin akhir tahun ini akan ada digital single ID yang mengakibatkan bansos atau direct cash transfer itu akan targeted dan akan menghemat angka cukup besar," ujar Luhut.
Melalui pengelompokkan berbasis AI, akurasi data finansial makro bagi setiap individu penerima dapat dipetakan secara lebih mendetail.
Pemerintah memproyeksikan akumulasi bantuan yang diterima masyarakat bisa mencapai jutaan rupiah per orang.
"Karena rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada 5,4 juta rupiah per orang dan ini nanti akan dikelompokkan dengan AI," kata Luhut.
>>> Harga BBM Diesel Turun, Isi Tangki SUV Lebih Hemat Ratusan Ribu
Dengan penerapan teknologi ini, pemerintah optimistis penyaluran bansos menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.