Partai Demokrat membantah keras tudingan keterlibatan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam dugaan korupsi tata kelola proyek Makan Bergizi Gratis di Badan Gizi Nasional.
Bantahan ini disampaikan pada Selasa (9/6/2026) setelah beredar unggahan di media sosial Instagram yang menyeret nama AHY.
>>> Puasa Daud: Ibadah Sunah untuk Melatih Pengendalian Diri
Unggahan tersebut memuat daftar 24 nama yang terkait dengan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya, termasuk frasa "dua orang kolonel usulan pimpinan partai".
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan bahwa AHY tidak memiliki hubungan dengan Sony Sonjaya.
"AHY tidak mengenal, tidak pernah bertemu, maupun tidak pernah berkomunikasi dengan Sony Sonjaya," ujar Herzaky.
Ia juga menyatakan AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, atau meminta bantuan kepada Sony Sonjaya terkait program satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Partai Demokrat menilai pengaitan nama AHY tidak memiliki dasar fakta.
"Apabila yang dimaksud adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, maka Partai Demokrat menegaskan bahwa pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta apapun," tegas Herzaky.
Partai juga menganggap penyebaran dokumen digital yang memuat klaim keterlibatan perwira menengah TNI sebagai bentuk pencemaran nama baik.
>>> Almeria Lolos ke Final Play-off Promosi Usai Tundukkan Castellon 3-2
"Frasa '2 orang Kolonel usulan AHY' dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran," ucap Herzaky.
Meski demikian, Partai Demokrat tetap menghormati kebebasan pers dan mendukung kerja jurnalistik yang profesional.
Herzaky mengimbau media untuk memegang teguh kaidah verifikasi informasi sebelum mempublikasikan narasi ke ruang publik.
Di sisi lain, proses hukum kasus korupsi Badan Gizi Nasional terus berjalan. Sony Sonjaya telah mengajukan diri sebagai justice collaborator.
Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, menyatakan kliennya kooperatif mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis.
"Bukan menghindar dari permasalahan hukum tapi kami ingin mengungkap siapa saja yang terlibat," ujar Krisna.
Kuasa hukum lainnya, Elza Syarief, menyebut daftar yang diserahkan ke penyidik memuat lebih dari 26 nama dari berbagai kalangan.
>>> Real Madrid Putus Kontrak Alvaro Arbeloa dari Kursi Pelatih
Kejaksaan Agung masih mendalami keterangan saksi dan tersangka untuk melengkapi berkas dakwaan.