⌂ Beranda News DEN Serahkan Kajian Makan Bergizi Gratis dan Govtech ke Presiden Prabowo

DEN Serahkan Kajian Makan Bergizi Gratis dan Govtech ke Presiden Prabowo

DEN Serahkan Kajian Makan Bergizi Gratis dan Govtech ke Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan dalam pertemuan
A A Ukuran Teks16px

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyerahkan laporan kajian strategis mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dan optimalisasi teknologi pemerintahan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

Penyampaian rekomendasi ini bertujuan memberikan masukan konkret guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menyusun tata kelola pemerintahan yang terintegrasi secara digital.

>>> Roberto Martinez Siapkan Formasi 4-2-3-1 untuk Portugal di Piala Dunia 2026

Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 15.35 WIB tersebut dihadiri oleh Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan bersama para anggotanya, yakni Chatib Basri, Septian Hario Seto, dan Firman Hidayat.

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Luhut menjelaskan bahwa DEN memaparkan hasil evaluasi mendalam terkait distribusi program makanan serta implementasi sistem digital pelayanan publik atau government technology (govtech) berbasis kecerdasan buatan (AI).

"Setelah kami dipanggil oleh Presiden, saya kira penjelasan pertama adalah hasil survei yang dilakukan oleh Dewan Ekonomi mengenai pelaksanaan makan bergizi yang kita lakukan di 800 titik, jadi betul-betul dengan profesional.

Jadi kita harus, kami di DEN menjaga betul credibility kami dan itu kami laporkan ke Presiden detail," kata Luhut usai pertemuan.

Pihak DEN juga menekankan pentingnya integrasi data lintas kementerian yang sudah mulai berjalan secara serentak demi mewujudkan sistem pemantauan yang ketat.

"Tadi kami laporkan mengenai government technology karena sudah 80% government technology ini terkoneksi dan pertama kali juga 8 kementerian/lembaga sepanjang Republik kini mereka datanya jadi satu, tanggal 1 Juni kemarin.

Jadi sebenarnya tanggal 1 Juni kemarin itu ada peristiwa besar kalau menurut kami karena datanya menjadi satu berbasis AI," kata Luhut.

Luhut menambahkan bahwa infrastruktur digital baru ini akan memegang peranan krusial dalam meminimalkan celah penyimpangan data di masa depan.

"Jadi pemerintahan Presiden Prabowo ini nanti govtech ini akan menjadi satu bagian yang paling penting.

Kenapa, karena semua data nanti akan terkumpul dengan baik dan kita tidak ada yang bisa lari dari situ," sambungnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru