"Jadi pemerintahan Presiden Prabowo ini nanti govtech ini akan menjadi satu bagian yang paling penting.
Kenapa, karena semua data nanti akan terkumpul dengan baik dan kita tidak ada yang bisa lari dari situ," sambungnya.
Dampak Ekonomi Program MBG
Anggota DEN Septian Hario Seto menguraikan temuan dari survei independen berskala nasional yang mengukur dampak ekonomi langsung dari rantai pasok program pemenuhan gizi anak.
"Jadi satu hal tadi yang kami laporkan kepada Bapak Presiden adalah hasil dari survei MBG yang kami lakukan secara independen.
Kami biayai sendiri terkait dengan terutama kami ingin melihat apakah ada ekosistem supply chain baru yang terbentuk ketika MBG program ini dijalankan," ujarnya.
Menurut Seto, sebagian besar Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPPG) telah berhasil memberdayakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
>>> AS Serang Iran sebagai Balasan Penembakan Helikopter Apache
"Jadi ini bisa digambarkan, merepresentasikan dari total keseluruhan populasi SPPG yang ada.
Hasil pertama yang kami melihat positif adalah bahwa ada 86,9% dari SPPG yang ada saat ini itu paling tidak memiliki satu supplier kecil.
Jadi ini adalah UMKM yang memang ada di dekat lokasi dari SPPG tersebut," ujar Seto.
Integrasi pasar lokal ini dinilai efektif dalam memutar roda perekonomian di tingkat kabupaten sekitar lokasi distribusi.
"Kalau dihitung secara rata-rata ada 3 UMKM yang digandeng oleh SPPG ini.
Jadi ini membuktikan bahwa program MBG ini selain tadi mencapai tujuan Bapak Presiden untuk perbaikan gizi dari anak-anak Indonesia, ini juga menciptakan ekosistem supply chain yang baru.
Nah, yang lebih menarik ada sekitar 64-65% sektor UMKM-nya ini berada di dalam satu kabupaten di mana SPPG itu berada," imbuhnya.
