Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen melalui Rapat Dewan Gubernur pada 9 Juni 2026.
Pada hari yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak hampir 5 persen pada sesi pertama perdagangan. Saham-saham perbankan juga menghijau.
>>> Harga Minyak Berfluktuasi Akibat Ketegangan di Selat Hormuz
Namun, respons positif pasar saham ini dinilai terlalu dini untuk dijadikan indikator keberhasilan kebijakan.
Dampak sebenarnya dari kenaikan suku bunga baru akan terlihat dalam beberapa bulan hingga kuartal mendatang.
Bahaya Ikutan Kenaikan BI Rate
Secara teori, kenaikan BI Rate akan diikuti oleh kenaikan suku bunga simpanan dan kredit.
Bank harus menawarkan bunga lebih tinggi untuk menarik dana, sehingga biaya dana (cost of fund) meningkat.
Biaya tersebut pada akhirnya diteruskan kepada debitur melalui kenaikan bunga kredit. Persoalannya, kenaikan ini terjadi ketika sektor pembiayaan sudah menunjukkan perlambatan.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp 8.755 triliun.
Namun, pertumbuhan kredit bulanan melambat dari 1,17 persen pada Maret menjadi 1,10 persen pada April.
Kredit investasi yang menjadi motor ekspansi usaha juga melambat dari 20,85 persen menjadi 19,48 persen.
Pada saat yang sama, rasio Non Performing Loan (NPL) Gross naik dari 2,14 persen menjadi 2,17 persen, dan NPL Net dari 0,83 persen menjadi 0,84 persen.
Artinya, mesin kredit nasional sudah menunjukkan gejala kehilangan tenaga sebelum BI menaikkan suku bunga.
Sinyal lebih mengkhawatirkan terlihat pada industri pinjaman daring (Pinjol). Outstanding pembiayaan Pinjol tumbuh 26,11 persen secara tahunan menjadi Rp 102,07 triliun pada April 2026.
Namun, pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan Maret 2026 (26,25 persen) dan April 2025 (29,01 persen).
>>> Pertamina Pertahankan Harga Pertalite dan Biosolar per 10 Juni 2026
Tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) meningkat dari 2,93 persen pada April 2025 menjadi 4,62 persen pada April 2026.