Australia mengembangkan teknologi robot burung pemangsa bernama RoBird untuk mengurangi kerusakan tanaman akibat serangan hama burung. Inovasi ini menjadi alternatif ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional di sektor pertanian.
Teknologi ini dinilai berpotensi menjadi masa depan pengendalian hama burung. Penggunaannya sangat cocok untuk komoditas hortikultura bernilai tinggi seperti apel, anggur, dan stroberi.
>>> Dokter Ungkap Angin Duduk Bukan Masuk Angin Biasa, Ini Risiko Jantungnya
Desain Biomimetik yang Menyerupai Elang
RoBird dirancang dengan meniru bentuk dan pola terbang elang peregrine, predator alami burung pengganggu.
Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, menyebut desain biomimetiknya sangat mirip dengan elang asli sehingga burung pengganggu merasa terancam.
Robot ini menggunakan sayap dari bahan busa poli fleksibel dan dapat berpatroli di area pertanian selama sekitar 15 menit dengan daya dari baterai isi ulang.
Bobotnya ringan, tidak mencapai satu kilogram, sehingga aman bagi satwa liar karena hanya menakuti tanpa melukai.
Petani lokal biasanya mengandalkan jaring, alat pengusir suara, benda reflektif, hingga tiruan predator. Namun, metode konvensional tersebut membutuhkan biaya besar dan efektivitasnya menurun karena burung mudah beradaptasi.
Efisiensi Operasional dan Potensi Ekonomi
Uji coba di perkebunan stroberi di Australia membuktikan efektivitas RoBird. Penggunaannya berhasil menekan tingkat kerusakan buah akibat serangan burung hingga 89 persen.
>>> Timnas Mozambik Akui Keunggulan Skuad Garuda di Jakarta
"Drone ini sangat membantu mengusir burung dengan cara ramah lingkungan, tanpa tembakan gas atau mengganggu ekosistem seperti jaring yang bisa menjebak satwa lain," ujar Prof Ronny.
Integrasi Teknologi Cerdas di Masa Depan
Pemanfaatan RoBird berpeluang diperluas untuk melindungi berbagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi.
Sistem drone ini dapat dikembangkan dengan patroli otomatis, sensor IoT, dan kamera AI untuk mendeteksi burung secara langsung.
Inovasi ini membawa potensi keuntungan ekonomi jangka panjang berkat berkurangnya kerugian hasil panen.
"Meskipun investasi awal cukup besar, penghematan dari berkurangnya kerusakan tanaman akan membuat teknologi ini sangat ekonomis," tuturnya.
>>> Aksi Jual Saham Teknologi Picu Penutupan Bervariasi di Wall Street
Keberhasilan awal RoBird membuka peluang bagi Australia menjadi pelopor drone biomimetik untuk pertanian modern.
