Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (9/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas perkembangan ekonomi serta program prioritas pemerintah.
>>> Veda Ega Pratama Duduki Peringkat Keenam Klasemen Moto3 2026
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengonfirmasi bahwa mantan Menteri Keuangan Chatib Basri hadir sebagai anggota DEN.
Chatib datang bersama Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan untuk memberikan masukan terkait langkah pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Iya," kata Chatib saat ditanya apakah dirinya akan menemui Presiden.
Kedatangan para tokoh ekonomi tersebut berbarengan dengan kehadiran Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di pintu pilar Istana secara terpisah.
"Halo. Sehat-sehat ya kalian," kata Budi singkat seraya berjalan memasuki Istana.
Pihak parlemen langsung berkoordinasi dengan Istana untuk memastikan agenda utama di balik pemanggilan mendadak tersebut.
"Ya, pertemuan tadi sore antara Presiden dengan Pak Luhut dan Pak Chatib Basri, itu saya sudah memintakan konfirmasi dan sudah dapat konfirmasinya dari pemerintah, dari pihak Istana.
Bahwa pertemuan tadi Pak Luhut sebagai dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional dan Pak Chatib Basri itu sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional," kata Dasco di kompleks parlemen Senayan, Jakarta.
Laporan DEN: MBG dan Integrasi Data AI
Usai pertemuan, Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan bahwa laporan yang disampaikan kepada Kepala Negara mencakup hasil survei pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 800 titik.
Selain itu, DEN memaparkan kemajuan integrasi data berbasis kecerdasan buatan (AI) pada pelayanan publik digital pemerintah atau govtech.
"Setelah kami dipanggil oleh Presiden, saya kira penjelasan pertama adalah hasil survei yang dilakukan oleh Dewan Ekonomi mengenai pelaksanaan makan bergizi yang kita lakukan di 800 titik, jadi betul-betul dengan profesional.
Jadi kita harus, kami di DEN menjaga betul kredibilitas kami dan itu kami laporkan ke Presiden detail," kata Luhut.
Luhut menambahkan bahwa penyatuan data dari delapan kementerian dan lembaga sejak awal Juni menjadi fondasi penting bagi efisiensi birokrasi ke depan.