Jadi kita harus, kami di DEN menjaga betul kredibilitas kami dan itu kami laporkan ke Presiden detail," kata Luhut.
Luhut menambahkan bahwa penyatuan data dari delapan kementerian dan lembaga sejak awal Juni menjadi fondasi penting bagi efisiensi birokrasi ke depan.
"Tadi kami laporkan mengenai government technology karena sudah 80% government technology ini terkoneksi dan pertama kali juga 8 kementerian/lembaga sepanjang Republik kini mereka datanya jadi satu, tanggal 1 Juni kemarin.
Jadi sebenarnya tanggal 1 Juni kemarin itu ada peristiwa besar kalau menurut kami karena datanya menjadi satu berbasis AI," kata Luhut.
>>> Dewan Ekonomi Nasional Akan Romba Subsidi Energi yang Dinilai Tidak Tepat Sasaran
Sistem baru ini diharapkan dapat menutup celah kebocoran data dan mempermudah pengawasan program pemerintah secara real-time.
"Jadi pemerintahan Presiden Prabowo ini nanti govtech ini akan menjadi satu bagian yang paling penting.
Kenapa, karena semua data nanti akan terkumpul dengan baik dan kita tidak ada yang bisa lari dari situ," sambungnya.
Di sisi lain, Chatib Basri mengklarifikasi spekulasi yang menyebut dirinya mendapat tawaran untuk menggantikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kabinet Merah Putih.
"Nggak ada. Masa, ini kita bahas soal ekonomi kok," kata Chatib usai pertemuan dengan Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Chatib menjabarkan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah berpotensi menekan daya beli masyarakat kecil, sehingga pemerintah memerlukan strategi efisiensi anggaran belanja.
"Dan apa yang harus dilakukan termasuk juga untuk menumbuhkan masalah confidence, masalah trust kepada pemerintah.
Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran termasuk salah satu di antaranya di dalam kaitan dengan MBG," kata dia.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan rencana kunjungan kerja bersama Presiden ke Lampung Barat untuk meresmikan fasilitas kesehatan baru.