Pebalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, masih bergelut dengan cedera jari yang dialaminya sejak MotoGP Catalunya.
Tim VR46 mengonfirmasi bahwa pebalap Italia itu baru saja menjalani perawatan khusus untuk mempercepat proses pemulihan.
>>> Pertamina Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter per 10 Juni 2026
Cedera tersebut bermula dari insiden besar yang melibatkan Alex Marquez dan Pedro Acosta pada balapan utama MotoGP Catalunya di Sirkuit Barcelona-Catalunya.
Dalam kecelakaan itu, motor Ducati milik Marquez yang terjatuh menghantam motor Di Giannantonio. Pebalap berusia 27 tahun tersebut kemudian terjatuh dan mengalami cedera pada jari kelingking tangan kirinya.
Hebatnya, Di Giannantonio tetap melanjutkan balapan setelah restart dan berhasil meraih kemenangan di Catalunya. Sejak saat itu, ia terus membalap dengan kondisi jari yang masih dibalut perban.
Bahkan, sarung tangan balapnya harus dimodifikasi agar bisa mengakomodasi cedera tersebut.
VR46 mengungkapkan bahwa Di Giannantonio menjalani tindakan medis pada Senin (8/6) waktu setempat setelah MotoGP Hungaria.
"Fabio Di Giannantonio dibawa kemarin sore untuk menjalani perawatan bedah pada jaringan kulit jari kelima tangan kirinya di Rumah Sakit Internasional UPMC Salvator Mundi, Roma," tulis VR46 dalam pernyataan resminya yang dikutip Crash.
net.
"Prosedur tersebut dilakukan oleh Dr. Ornelli dengan tujuan menangani cedera yang dialami saat kecelakaan di Barcelona."
Meski harus menjalani perawatan lanjutan, tim memastikan kondisi Di Giannantonio tidak mengkhawatirkan.
"Rencana pemulihan memperkirakan pebalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team akan berpartisipasi secara normal pada Grand Prix Republik Ceko pekan depan."
>>> Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Resmi Naik per 10 Juni 2026
Lebih Khawatir Cedera Bertambah Parah
Cedera yang belum pulih sepenuhnya ternyata memengaruhi cara Di Giannantonio menghadapi situasi di lintasan.
Usai mengalami kecelakaan saat sesi kualifikasi MotoGP Hungaria di Balaton Park, ia mengaku kini lebih berhati-hati agar tidak memperparah kondisi jarinya.
"Motor saya tidak mati, mesinnya masih hidup. Saya beruntung," kata Di Giannantonio.